Sentil Gaji ASN, Bupati Andi Utta: Jangan Bermimpi Cukup Kalau Cuma Berharap Status Pegawai
Bupati Bulukumba Andi Utta ingatkan ASN tak hanya andalkan gaji pokok. Dorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk tekan biaya dapur keluarga.
Jalurdua.com BULUKUMBA – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, memberikan sentilan keras kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba saat memimpin Apel Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Halaman Kantor Bupati, Senin (6/7/2026).
Pria yang akrab disapa Andi Utta ini mengingatkan para abdi negara agar tidak terlena dan hanya mengandalkan pendapatan bulanan dari status kepegawaian mereka untuk memenuhi seluruh kebutuhan domestik.
"Saya terus mengingatkan, jangan bermimpi semua kebutuhan keluarga bisa terpenuhi hanya dengan mengandalkan status sebagai pegawai," ujar Andi Utta di hadapan ratusan ASN yang hadir.
Manfaatkan Lahan Pekarangan untuk Tekan Biaya Dapur
Sebagai solusi nyata, Andi Utta mendorong para ASN untuk lebih produktif di luar jam dinas. Salah satu langkah konkret yang ia tawarkan adalah mengoptimalkan ruang kosong atau lahan pekarangan di sekitar tempat tinggal mereka.
Menurutnya, pemanfaatan lahan untuk sektor pertanian skala kecil atau tanaman pangan mandiri bisa menjadi benteng pertahanan ekonomi keluarga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok saat ini.
"Setelah pulang kantor, manfaatkan lahan atau apa saja yang bisa dikerjakan. Menanam sesuatu misalnya, agar ada tambahan pendapatan sehingga tidak semua kebutuhan dapur harus dibeli," pesannya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ekonomi keluarga tidak jatuh dari langit, melainkan lahir dari kemauan yang dieksekusi secara disiplin.
"Kalau ada kemauan, pasti ada jalan dan ada solusi. Sebaliknya, kalau tidak ada kemauan, maka no solution, no way out. Jangan hanya bermimpi. Waktu yang kita miliki adalah titipan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya," tegas Bupati.
Soroti ASN yang Mangkir Apel
Selain masalah kemandirian ekonomi, jalannya apel pagi ini juga diwarnai evaluasi kedisiplinan. Andi Utta menyayangkan masih adanya barisan aparatur yang kosong akibat tidak hadir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menilai, tingkat kehadiran dalam forum sederhana seperti apel pagi merupakan indikator awal bagaimana seorang aparatur bertanggung jawab pada tugas-tugas pelayanan publik yang lebih besar.
"Disiplin bekerja dan disiplin dalam hal tanggung jawab adalah kunci dari semuanya. Yang sering membuat hidup terasa susah adalah karena kita tidak disiplin dan tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Waktu dibiarkan berlalu tanpa karya dan tindakan nyata," pungkasnya.***