News and Education Versi penuh
News

Dukung Gerakan Literasi, Rika Arlianti DM Serahkan Buku Ya, Perempuan Namanya ke Perpustakaan Daerah Bulukumba

Oleh Redaksi 28 Oct 2026 23:10 2 menit baca

JALURDUA - Intens.id, Bulukumba - Penulis sekaligus Pendidik, Rika Arlianti DM menyerahkan satu eksemplar buku karyanya berjudul "Ya, Perempuan Namanya" kepada Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Bulukumba, Rabu (28/10/2026). Penyerahan tersebut berlangsung bertepatan dengan penyelenggaraan Festival Literasi Bulukumba 2026.

Buku bergenre motivasi dan refleksi tersebut diterima oleh Rismayani, S.Sos., M.M., Pustakawan Ahli Madya pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bulukumba.

Penyerahan buku ini menjadi salah satu bentuk kontribusi penulis dalam mendukung gerakan literasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap karya tulis. Melalui perpustakaan daerah, buku diharapkan dapat menjangkau pembaca yang lebih luas dan menjadi bagian dari sumber bacaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Buku "Ya, Perempuan Namanya" mengangkat refleksi tentang perjalanan hidup, pencarian jati diri, cinta, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Buku ini mengajak pembaca menyusuri potongan-potongan perjalanan seorang perempuan yang berusaha memahami dirinya, menghadapi dinamika perasaan, dan menemukan makna di balik pengalaman hidup.

Di dalamnya, pembaca diajak melihat bahwa perjalanan hidup tidak selalu berjalan mudah. Ada fase ketika seseorang harus berjuang menemukan jati diri, ada cinta yang memberikan kekuatan sekaligus menghadirkan ujian, serta ada pengalaman yang mengajarkan bahwa kehidupan, dengan segala kompleksitasnya, tetap layak dijalani.

Bagi Rika, penyerahan buku ke perpustakaan daerah bukan semata-mata tentang menempatkan sebuah karya di rak bacaan. Lebih dari itu, langkah ini merupakan upaya agar gagasan dan refleksi yang dituangkan dalam tulisan dapat bertemu dengan pembaca dari berbagai latar belakang.

Alumni Universitas Muhammadiyah Bulukumba itu berharap, buku tersebut tidak hanya menjadi koleksi perpustakaan, tetapi juga dapat memberikan ruang bagi pembaca untuk merenungkan pengalaman hidup, memahami diri sendiri, dan menemukan perspektif baru dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Saya berharap buku ini tidak berhenti sebagai karya yang selesai ditulis, tetapi bisa memulai perjalanan baru melalui para pembacanya. Semoga setiap orang yang membacanya menemukan sesuatu yang bermakna, entah itu penguatan, pemahaman tentang diri sendiri, atau sekadar pengingat bahwa dalam setiap fase kehidupan, selalu ada alasan untuk terus melangkah," tutur ibu dua anak tersebut.

Momentum Festival Literasi Bulukumba 2026 menjadi ruang yang relevan bagi penyerahan karya. Kegiatan literasi tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan buku, tetapi juga dengan upaya mendekatkan bacaan kepada masyarakat dan membangun kebiasaan membaca yang berkelanjutan.

Melalui penyerahan "Ya, Perempuan Namanya", mantan Ketua Simpul Pena Agupena Bulukumba itu berharap perpustakaan daerah terus menjadi ruang yang mempertemukan karya, gagasan, dan pembaca. Sebab, sebuah tulisan tidak hanya memiliki arti ketika dilahirkan oleh penulisnya, tetapi juga ketika dibaca, dipahami, dan menemukan maknanya dalam kehidupan orang lain.