Dukung Program Strategis, Menkeu Purbaya Kawal Aturan Baru OJK

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dukung rencana OJK revisi RBB. Ia sentil bank yang 'males' dan minta likuiditas dialirkan ke program Makan Bergizi Gratis & sektor riil.

Dukung Program Strategis, Menkeu Purbaya Kawal Aturan Baru OJK
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa /AI Gemini/JalurDua/Muhlis Uno/
Bacakan Artikel

Istilah "bank malas" yang dilontarkan Menkeu menjadi sorotan tajam. Hal ini merujuk pada rendahnya rasio intermediasi di beberapa sektor, padahal likuiditas nasional dalam kondisi yang cukup memadai. Dengan revisi RBB, OJK diharapkan mampu "memaksa" bank untuk lebih kreatif dan ekspansif dalam menyusun target kreditnya.


Mengawal Program Prioritas: Dari MBG hingga Koperasi Desa


Revisi aturan ini bukan tanpa tujuan. Pemerintah di bawah kepemimpinan saat ini memiliki target ambisius yang membutuhkan dukungan finansial masif. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah, serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di masa depan.


Purbaya meyakini bahwa penyesuaian kebijakan RBB akan menjadi katalisator bagi sektor riil. Jika perbankan mulai membuka keran pembiayaan ke sektor-sektor ini, dampak rembetannya (multiplier effect) akan dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.


โ€œMungkin didorong ke arah sana, ke sektor riil dan pembangunan,โ€ ucapnya menambahkan. Sektor properti melalui pembangunan rumah, misalnya, memiliki rantai pasok yang sangat panjang, mulai dari buruh bangunan hingga industri semen dan baja, yang semuanya membutuhkan dukungan pembiayaan yang lancar.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: