News and Education Versi penuh
EBis

Garuda (GIAA) Siapkan Rights Issue Jumbo, Danantara Setor GMFI

Oleh Redaksi 05 Nov 2026 00:11 2 menit baca

JALURDUA -

EmitenTrust.com - Garuda Indonesia (GIAA) berencana menerbitkan maksimal 248,7 miliar saham baru melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue.  Dalam aksi korporasi ini, Danantara Asset Management (DAM) akan menyetorkan modal bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan melalui pengalihan 82,1 miliar saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) yang setara dengan 65,77% kepemilikan. Berdasarkan keterbukaan informasi GIAA pada Rabu (4/11), saham baru yang diterbitkan merupakan saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham. Sementara itu, perkiraan harga pelaksanaan rights issue berada di kisaran Rp58-Rp68 per saham, mengacu pada hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Harga final pelaksanaan akan ditetapkan dan diumumkan lebih lanjut melalui prospektus setelah perseroan memenuhi ketentuan yang berlaku dan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aksi korporasi ini merupakan bagian dari program restrukturisasi dan penyehatan keuangan Garuda Indonesia periode 2025-2029. Melalui skema tersebut, DAM akan menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dimilikinya dengan menyetorkan saham GMFI sebagai pengganti uang tunai. Saham GMFI yang menjadi objek penyertaan sebelumnya telah dialihkan dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) kepada PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, kemudian diteruskan kepada DAM. Proses pengalihan tersebut telah rampung pada 2 November 2026, sehingga DAM tercatat sebagai pemilik saham GMFI. Perseroan menyebut pengambilalihan kembali kepemilikan saham GMFI melalui skema inbreng diharapkan dapat memperkuat pengendalian dan kepentingan ekonomi Garuda Indonesia terhadap anak usaha yang bergerak di bidang perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan pesawat atau maintenance, repair, and overhaul (MRO). Selain itu, sinergi antara bisnis penerbangan Garuda Indonesia dan layanan perawatan pesawat GMFI diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian perseroan. Sementara itu, dana tunai yang diperoleh dari pemegang saham publik yang melaksanakan HMETD akan digunakan untuk mendukung program transformasi perusahaan. Penggunaannya antara lain mencakup peremajaan kabin pesawat, penyediaan fasilitas konektivitas dalam penerbangan, peningkatan fasilitas ruang tunggu, hingga pengecatan ulang pesawat. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan, efisiensi operasional, serta pendapatan per penumpang atau revenue yield. Rencana PMHMETD III ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 6 November 2026. Rapat dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB secara elektronik melalui sistem eASY.KSEI. Pelaksanaan rights issue selanjutnya akan dilakukan setelah memperoleh pernyataan efektif dari OJK. Perseroan menyebut proses tersebut ditargetkan berlangsung dalam jangka waktu sesuai ketentuan, yakni tidak lebih dari 12 bulan sejak persetujuan RUPSLB.