News and Education Versi penuh
Daerah

Hari Bhayangkara ke-80 Bulukumba: Polri Perkuat Harmoni Lintas Agama

Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Bulukumba, Polres Bulukumba menggelar Bakti Religi simultan di Masjid Agung & Gereja Toraja demi rawat toleransi beragama.

Oleh Uno 19 Jun 2026 18:42 4 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA – Puluhan personel Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba membagi kekuatan secara simultan untuk membersihkan Masjid Agung dan Gereja Toraja dalam tajuk Bakti Religi menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Bulukumba, Kamis (18/6/2026). Langkah nyata penegak hukum ini menjadi momentum krusial yang menghentak kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga kerukunan, serta merawat toleransi beragama secara autentik di tengah kompleksitas kehidupan bermasyarakat modern di Sulawesi Selatan.

Suasana pagi di pusat Kabupaten Bulukumba terasa berbeda saat deru kendaraan dinas kepolisian berhenti bukan untuk melakukan penegakan hukum, melainkan membawa sapu, sekop, dan kain pembersih. Kegiatan sosial berskala intensif tersebut dipimpin langsung oleh Kabag SDM Polres Bulukumba, Kompol Syamsul Bahri, S.Sos., M.M., dengan melibatkan seluruh jajaran personel Polres Bulukumba bersama personel Polsek Ujung Bulu secara gotong royong.

Keputusan menurunkan pimpinan eselon strategis seperti Kabag SDM di lapangan memberikan pesan institusional yang kuat. Kehadiran perwira menengah tersebut menegaskan bahwa agenda kedekatan sosial (community policing) tidak lagi dipandang sebagai acara seremonial sampingan, melainkan sebuah instruksi taktis yang terstruktur untuk mengakar di tengah masyarakat.

Sentuhan Polwan di Ragam Ruang Sakral

Fokus pembersihan pertama berpusat di Masjid Agung Bulukumba yang terletak di Jalan Nenas, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu. Di tempat ibadah umat Islam terbesar di daerah tersebut, lanskap kerja bakti dilakukan secara menyeluruh mencakup pembersihan area dalam, halaman depan, hingga halaman belakang masjid.

Pengalaman nyata di lapangan memperlihatkan pembagian tugas yang sangat spesifik dan efisien. Sementara personel pria mencabut rumput liar dan membersihkan pelataran luar, barisan personel Polisi Wanita (Polwan) bergerak masuk ke zona interior masjid untuk membersihkan kaca jendela bagian dalam serta merapikan seluruh perlengkapan ibadah.

Gerakan jemari para Polwan yang teliti dalam menata sajadah, mukena, dan merapikan kitab-kitab suci Al-Qur'an memancarkan keteduhan tersendiri. Sentuhan humanis ini memberikan gambaran suasana bahwa kepolisian hadir sebagai pengayom yang menghormati kesucian tempat ibadah secara takzim dan penuh pengabdian dalam semarak Hari Bhayangkara ke-80 Bulukumba.

Menembus Batas Saluran Drainase Gereja

Secara bersamaan, korps berbaju cokelat tersebut mengalirkan gelombang personelnya menuju lokasi kedua, yakni Gereja Toraja yang berdiri kokoh di Jalan S. Majidi, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu. Pola pembersihan di gereja ini memiliki tantangan fisik yang sedikit berbeda karena fokus pada area eksterior dan sistem sanitasi lingkungan.

Para personel tanpa ragu turun langsung ke saluran drainase sekitar gereja, mengangkat tumpukan sampah yang menyumbat aliran air, serta membabat rumput liar di sepanjang teras dan halaman rumah ibadah tersebut. Kerja keras berbasah peluh ini memperlihatkan dedikasi tanpa batas yang melampaui sekat-sekat perbedaan keyakinan.

Melalui integrasi dua lokasi yang merepresentasikan pemeluk agama di wilayah kota, Polres Bulukumba berhasil menciptakan sebuah wawasan (insight) baru. Institusi ini menegaskan bahwa kebersihan lingkungan spiritual adalah tanggung jawab universal yang melintasi batas dogma, di mana kepolisian berdiri di tengah sebagai jembatan pelindung kemajemukan guna menggaungkan esensi Hari Bhayangkara ke-80 Bulukumba.

Komitmen Keberlanjutan Slogan "Polri untuk Masyarakat"

PLH Kasi Humas Polres Bulukumba, Iptu Rahmat Kurniawan, S.Sos., M.H., yang mendampingi jalannya kegiatan, mengonfirmasi bahwa akselerasi Bakti Religi ini merupakan manifestasi nyata dari filosofi pelayanan kepolisian modern yang berbasis pada empati dan kedekatan emosional.

“Jadi kegiatan di dua lokasi ini merupakan bagian dari rangkaian Bakti Religi dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Bulukumba. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan kepedulian Polri terhadap kebersihan tempat ibadah sekaligus mempererat hubungan dan kebersamaan dengan masyarakat,” ujar Iptu Rahmat Kurniawan mewakili Kapolres Bulukumba.

Perwira pertama itu menggarisbawahi bahwa stabilitas keamanan jangka panjang suatu daerah tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum yang kaku, melainkan melalui pemeliharaan tiang-tiang sosial seperti semangat gotong royong dan toleransi yang dirawat secara konsisten.

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan dengan lancar hingga selesai. Semoga apa yang dilakukan oleh personel hari ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi amal ibadah bagi kita semua,” tutur Iptu Rahmat Kurniawan menutup penjelasannya dengan nada optimis.

Pelaksanaan kegiatan sosial ini memicu dampak publik yang luas, memantik kesadaran warga sekitar untuk ikut serta menjaga kerukunan horizontal secara mandiri. Langkah Polres Bulukumba ini bagi satuan wilayah lain mengenai bagaimana sebuah perayaan hari jadi korps Bhayangkara dapat diisi dengan kegiatan yang langsung menyentuh esensi terdalam kebutuhan masyarakat.

Melihat pandangan ke depan, tantangan menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Bulukumba akan semakin dinamis seiring perkembangan zaman. Namun, dengan fondasi sosial yang diletakkan melalui aksi nyata Bakti Religi dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 Bulukumba ini, relasi antara kepolisian dan masyarakat diprediksi akan semakin solid dan kokoh.

Ketika slogan "Polri untuk Masyarakat" diimplementasikan bukan lagi sebagai jargon di baliho jalanan melainkan menjelma menjadi aksi pembersihan drainase gereja dan perapian sajadah masjid, di situlah legitimasi kepercayaan publik terhadap institusi Polri akan mencapai titik tertingginya demi tegaknya persatuan nasional.***

Topik terkait
Bakti Religi Polres Hari Bhayangkara ke-80 Bulukumba Toleransi Beragama Bulukumba