News and Education Versi penuh
Daerah

Meriahnya Fun Walk UT Makassar di Bulukumba: Olahraga Sambil Edukasi

Ratusan peserta ikuti Jalan Sehat Anti Mager UT Makassar di Pantai Merpati Bulukumba. Ajang olahraga sekaligus promosi pendidikan tinggi yang fleksibel.

Oleh Uno 19 Apr 2026 14:41 3 menit baca

BULUKUMBA – Debu tipis mengepul di aspal kawasan Pantai Merpati saat ratusan pasang kaki mulai melangkah serentak di bawah langit Sabtu pagi yang cerah, 19 April 2026. Bukan sekadar rutinitas akhir pekan, langkah kaki ini adalah pernyataan perang terhadap gaya hidup sedenter alias "mager". Setidaknya 300 peserta—mulai dari mahasiswa yang masih mengantuk, alumni yang bernostalgia, hingga pelajar SMA yang penuh energi—tumpah ruah mengikuti agenda Jalan Sehat Anti Mager yang diinisiasi Universitas Terbuka (UT) Makassar bersama SALUT Panrita Lopi Bulukumba.

Riuh rendah suara tawa memecah kesunyian pantai. Peserta dengan beragam atribut olahraga tampak antusias menyusuri rute pesisir yang ikonik tersebut. Bagi banyak orang di sini, jalan sehat ini bukan hanya soal mengejar keringat, tapi juga tentang ruang temu di tengah kesibukan digital yang seringkali membelenggu gerak fisik.

Membangun Kesadaran Kolektif Melalui Gerak

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 5 Sulawesi Selatan, Arafah, S.Pd., M.M., berdiri di garis start dengan bendera di tangan. Sebelum melepas peserta, ia sempat memberikan penekanan penting tentang urgensi kesehatan fisik di era modern. Menurutnya, program "Anti Mager" ini adalah sebuah intervensi sosial yang cerdas karena mampu memadukan unsur olahraga dengan kebersamaan komunal.

"Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Kegiatan seperti ini krusial untuk membangun kesadaran masyarakat agar kembali aktif bergerak," ujar Arafah di sela-sela acara. Baginya, melihat antusiasme warga Bulukumba, Bantaeng, dan Sinjai yang hadir menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang publik yang sehat sangatlah tinggi.

Pendidikan Fleksibel di Tengah Komunitas

Namun, di balik tetesan keringat para peserta, ada pesan pendidikan yang coba diselipkan. UT Makassar tampak lihai menggunakan momentum ini sebagai sarana "jemput bola". Sambil berjalan santai, para dosen dan staf berbaur dengan masyarakat, menjelaskan bagaimana layanan pendidikan tinggi kini tak lagi kaku dan terbatas oleh dinding kelas.

Pantai Merpati pagi itu bertransformasi menjadi ruang sosialisasi terbuka. Sembari mengatur napas setelah berjalan beberapa kilometer, beberapa pelajar tampak berbincang mengenai fleksibilitas kuliah di UT yang memungkinkan mereka tetap bekerja atau berkarya tanpa meninggalkan kampung halaman. Ini adalah strategi promosi yang organik; mengenalkan kualitas akademik melalui pendekatan personal yang hangat.

Ekspansi Semangat 'Anti Mager' ke Penjuru Sulawesi

Kemeriahan di Bulukumba ternyata bukan satu-satunya titik api semangat ini. Program Fun Walk Anti Mager garapan Universitas Terbuka Makassar ini dirancang secara masif dan simultan. Gerakan serupa juga meledak di daerah lain seperti Makassar, Pinrang, Wajo, hingga Luwu Timur. Tujuannya satu: menciptakan efek domino pola hidup sehat di seluruh Sulawesi Selatan.

Suasana mencapai puncaknya saat pengundian doorprize dimulai. Ketegangan lucu terlihat di wajah para peserta saat nomor undian dibacakan. Ada yang pulang membawa hadiah, namun hampir semua membawa pulang rasa bugar dan perspektif baru tentang pentingnya bergerak.

Lebih dari Sekadar Seremoni

Jalan sehat ini menutup rangkaian paginya dengan sebuah catatan penting: institusi pendidikan kini dituntut untuk hadir lebih dekat dengan realitas sosial masyarakatnya. Kesuksesan acara di Pantai Merpati membuktikan bahwa narasi kesehatan dan pendidikan bisa berjalan beriringan. Ke depan, tantangannya adalah memastikan semangat "anti mager" ini tidak berhenti saat garis finish dilewati, melainkan menjadi gaya hidup yang menetap di sanubari warga Bulukumba.***

Topik terkait
Jalan Sehat Anti Mager Universitas Terbuka Makassar Berita Bulukumba