Jalanan Rusak, Para Guru Ini Jalan Kaki Kunjungi Siswanya untuk Luring

, Bulukumba - Pandemi yang belum juga berakhir mengakibatkan tawa-tawa riang di lingkungan sekolah menjadi senyap. Tidak terdengar langkah generasi yang menapak memasuki gerbang. Dentuman...

Bacakan Artikel
Alfian Nawawi

Alfian Nawawi, S.I.Kom., seorang eks penyiar radio di Bulukumba yang pernah juga "tersesat" jadi pelukis surealis dan kartunis. Belakangan kadang jadi peneliti dan pemateri budaya, sastra, dan jurnalistik. Esais dan kolumnis di sejumlah media. Cerpenis, penyair, penulis buku, editor, dan penggembira gerakan literasi ini juga tergolong pencandu kopi kelas menengah.

Jalurdua.com , Bulukumba - Pandemi yang belum juga berakhir mengakibatkan tawa-tawa riang di lingkungan sekolah menjadi senyap. Tidak terdengar langkah generasi yang menapak memasuki gerbang. Dentuman harapan dan mimpi mewujudkan cita-cita tidak lagi berbunyi di depan kelas. Sunyi memegang kendali dunia sekolah.

Ada dua cara yang ditempuh para pendidik untuk tetap melanjutkan proses belajar mengajar, yakni sistem Daring dan Luring. Adapula yang melakukan keduanya dengan menyesuaikan kondisi masing-masing.

Sistem Daring biasanya dilakukan para guru yang memiliki akses jaringan internet yang memadai. Serta beberapa pendukung lainnya, termasuk kemampuan menggunakan gadget oleh guru dan siswa. Sebaliknya bagi sekolah yang tidak mampu melakukan belajar Daring harus melakukan proses belajar Luring.

Rabu pagi (5/8/2020), langit cerah tak mengalahkan cerah wajah para guru yang menyusuri jalan menanjak. Semangat mereka tak surut walau harus menguras tenaga.

"Kami harus mengunjungi rumah siswa, agar bisa tetap melaksanakan proses belajar," tutur salah seorang di antaranya dengan nafas yang masih tidak beraturan. Mereka sedang menempuh perjalanan dari sekolah menuju rumah-rumah siswa.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2