LAPD Rights Issue Rp59,4M, Pengendali Setor Inbreng Saham

LAPD Rights Issue Rp59,4M, Pengendali Setor Inbreng Saham
Bacakan Artikel

JALURDUA -

EmitenTrust.com - PT Leyand International Tbk (LAPD) berencana melakukan penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue sebanyak-banyaknya 1,98 miliar saham baru. Melalui aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan perolehan dana maksimal Rp59,49 miliar. Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan pada 5 November 2026, saham baru yang ditawarkan merupakan saham biasa atas nama Seri B dengan nilai nominal Rp25 per saham dan harga pelaksanaan Rp30 per saham. Jumlah tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 33,33% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah pelaksanaan PMHMETD II. Setiap pemegang dua saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 12 Januari 2027 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh satu HMETD. Setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp30 per saham. PT JSI Sinergi Mas (JSI) selaku pemegang saham pengendali yang saat ini memiliki 2,02 miliar saham atau 51% dari modal ditempatkan dan disetor penuh menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya sebanyak 1,01 miliar HMETD. Nilai pelaksanaan hak tersebut mencapai Rp30,34 miliar. Menariknya, JSI akan memenuhi kewajiban penyetoran modal tersebut melalui mekanisme inbreng atau penyetoran modal dalam bentuk selain uang, berupa 52.500 saham PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS) yang mewakili 87,5% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh BSS. Berdasarkan laporan penilaian KJPP Syarif, Endang & Rekan tertanggal 19 Oktober 2026, nilai pasar 87,5% saham BSS per 30 Juni 2026 mencapai Rp38,85 miliar. Terdapat selisih sebesar Rp8,51 miliar antara nilai saham inbreng dan nilai pelaksanaan HMETD JSI. Atas sisa nilai tersebut, JSI akan bertindak sebagai pembeli siaga untuk mengambil sebanyak-banyaknya 283,61 juta saham baru. Pembayaran dilakukan menggunakan sisa saham inbreng dan/atau perseroan membayar selisih nilainya secara tunai kepada JSI. Setelah penyelesaian transaksi inbreng, BSS akan menjadi entitas anak LEYD dengan kepemilikan sebesar 87,5%. Apabila saham baru tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, sisa saham terlebih dahulu akan dialokasikan kepada pemegang HMETD yang memesan saham tambahan secara proporsional. Jika masih terdapat sisa, JSI akan mengambil sebanyak-banyaknya 283,61 juta saham sesuai perjanjian pembeli siaga. Selain JSI, hingga tanggal keterbukaan informasi belum terdapat pihak lain yang bertindak sebagai pembeli siaga. Apabila setelah pengambilan bagian oleh JSI masih terdapat saham yang tersisa, saham tersebut tidak akan diterbitkan dan tetap menjadi saham dalam portepel perseroan. Adapun perdagangan dan pelaksanaan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Januari 2027. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah 20 Januari 2027, sedangkan pembayaran pemesanan saham tambahan paling lambat 22 Januari 2027. Berikut jadwal lengkap rights issue LAPD: RUPSLB: 29 Oktober 2026 Pernyataan pendaftaran menjadi efektif: 28 Desember 2026 Cum-HMETD pasar reguler dan negosiasi: 8 Januari 2027 Ex-HMETD pasar reguler dan negosiasi: 11 Januari 2027 Cum-HMETD pasar tunai: 12 Januari 2027 Pencatatan DPS: 12 Januari 2027 Ex-HMETD pasar tunai: 13 Januari 2027 Distribusi HMETD: 13 Januari 2027 Perdagangan dan pelaksanaan HMETD: 13–20 Januari 2027 Penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD: 15–22 Januari 2027 Batas akhir pembayaran pemesanan saham tambahan: 22 Januari 2027 Penjatahan saham tambahan: 25 Januari 2027 Pengembalian uang pemesanan saham tambahan: 27 Januari 2027 Pada perdagangan hari ini Kamis (5/11) saham LAPD ambles hingga  ARB  ke level Rp40.