News and Education Versi penuh
Daerah

Lokasi Syuting Baim Wong: Intip Kesiapan Destinasi Bulukumba

Mengintip kesiapan lokasi syuting Baim Wong di Bulukumba. Tebing Apparalang hingga kawasan Pinisi Tanah Beru siap jadi latar visual film 2027.

Oleh Uno 06 Jun 2026 20:18 4 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA – Peta industri kreatif nasional bersiap mengarahkan sorot lampunya ke ujung selatan Pulau Sulawesi. Kehadiran aktor sekaligus produser ternama, Baim Wong, di Kabupaten Bulukumba pada Jumat, 5 Juni 2026, menjadi sinyal kuat bahwa daerah ini segera bertransformasi menjadi arena produksi layar lebar berskala besar. Kunjungan tersebut dilakukan khusus untuk meninjau secara langsung beberapa titik potensial yang akan dijadikan lokasi syuting Baim Wong untuk proyek film terbarunya.

Langkah pencarian tempat atau location scouting ini bukan sekadar kunjungan biasa. Rencana produksi yang dijadwalkan bergulir tahun ini sengaja dipersiapkan matang demi mengejar target tayang pada tahun 2027 mendatang. Tidak tanggung-tanggung, film baru ini nantinya akan mempertemukan deretan talenta papan atas Indonesia seperti Prilly Latuconsina hingga Amanda Manopo dalam satu bingkai sinematik.

Menakar Estetika Visual Tebing Apparalang dan Tanah Beru


Titik awal pencarian lokasi syuting Baim Wong bermula dari lanskap ekstrem Tebing Apparalang. Karakter tebing batu karst yang terjal dengan hantaman ombak biru jernih di bawahnya menawarkan dramatisasi visual yang sulit ditemukan di belahan wilayah lain. Bagi sebuah tim produksi film nasional, karakter topografi seunik Apparalang adalah jaminan mutu untuk membangun kekuatan latar cerita yang megah sekaligus menantang.

Perjalanan tim produser kemudian berlanjut ke area yang sarat akan nilai sejarah dan budaya: kawasan pembuatan perahu Pinisi di Tanah Beru. Di lokasi ini, indra pengamat sinematik disuguhkan pada deretan rangka kayu raksasa yang dikerjakan secara tradisional oleh para pengrajin lokal. Kehadiran bengkel pembuatan kapal legendaris ini memberikan dimensi insight budaya yang sangat kuat. Lanskap Tanah Beru menawarkan latar belakang cerita yang otentik, membumi, dan kaya akan narasi sejarah Nusantara.

Baim Wong mengakui bahwa lanskap alam dan budaya di daerah berjuluk Bumi Panritalopi ini memiliki daya pikat visual yang luar biasa tinggi. Struktur alam yang kokoh di kawasan pesisir dirasa sangat pas dengan kebutuhan estetika layar lebar modern yang menuntut keaslian lingkungan tanpa banyak rekayasa digital.


“Kami sedang melakukan survei lokasi untuk film yang akan digarap tahun ini dan direncanakan tayang tahun depan. Bulukumba memiliki spot yang indah dan menarik untuk dijadikan lokasi syuting,” ujar Baim Wong saat memaparkan hasil pengamatannya di lapangan.

Menilik Karakteristik Eksotis Pasir Putih Tanjung Bira


Destinasi ketiga yang masuk dalam radar utama peninjauan adalah kawasan wisata pantai Tanjung Bira. Destinasi legendaris ini tidak sekadar menawarkan pemandangan laut lepas, melainkan tekstur pasir putihnya yang terkenal sangat halus. Keunikan tekstur pesisir ini menjadi salah satu variabel penting dalam menentukan titik pengambilan gambar yang membutuhkan pencahayaan alami yang maksimal di tepi pantai.

Daya dukung geografis Tanjung Bira ini dipertegas langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, saat menerima rombongan tim produksi di Rumah Jabatan Bupati Bulukumba. Pertemuan resmi yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba, Hamrina A. Muri, tersebut menjadi momen pemaparan data ilmiah terkait keunggulan wilayah pesisir setempat.

Bupati yang akrab disapa Andi Utta itu membeberkan bahwa kualitas bentang alam di daerahnya dibentuk oleh fenomena geologi yang unik. Keberadaan palung laut yang berdekatan dengan daratan menjadi faktor alami di balik proses pembentukan hamparan pasir putih halus di sepanjang pesisir Tanjung Bira.

“Bulukumba berada di ujung selatan Pulau Sulawesi. Bulukumba memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 128 kilometer dan sekitar 40 kilometernya merupakan pantai berpasir putih yang menjadi daya tarik wisata utama daerah ini,” ungkap Bupati Andi Utta secara rinci.

Sinergi data geografis ini memperkuat argumen teknis mengapa kawasan pesisir ini layak menjadi lokasi syuting Baim Wong. Dengan garis pantai berpasir putih yang membentang hingga puluhan kilometer, tim sutradara dan penata kamera memiliki fleksibilitas tinggi dalam mengeksplorasi sudut pengambilan gambar (angle camera) tanpa perlu khawatir kekurangan opsi latar belakang alami.

Dampak Sektor Industri Kreatif Bagi Pariwisata Daerah


Keterlibatan langsung Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba, Hamrina A. Muri, dalam memandu jalannya survei menunjukkan kesiapan penuh dari sisi regulasi lokal. Pemerintah daerah menyadari sepenuhnya bahwa kehadiran proyek film nasional yang dibintangi Prilly Latuconsina dan Amanda Manopo ini berpotensi menjadi instrumen promosi pariwisata yang sangat masif dan efisien.

Bagi publik Bulukumba, keputusan akhir penentuan lokasi syuting Baim Wong di tanah kelahiran mereka akan membawa dampak berganda (multiplier effect). Sektor perhotelan, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa transportasi lokal dipastikan akan ikut bergerak aktif ketika kru film skala besar mulai menetap untuk proses pengambilan gambar dalam beberapa bulan ke depan.

Pandangan ke depan menunjukkan bahwa jika proyek layar lebar ini berhasil mengeksplorasi keindahan Tebing Apparalang, Tanah Beru, dan Tanjung Bira secara maksimal, maka penayangan film di tahun 2027 akan menjadi pemicu gelombang baru kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara. Melalui media sinema, keunikan palung laut dan warisan budaya Pinisi di ujung selatan Sulawesi tidak hanya akan terekam dalam seluloid film, tetapi juga tertanam kuat dalam ingatan kolektif penonton di seluruh Indonesia.***

Topik terkait
Lokasi syuting Baim Wong Wisata Tanjung Bira Baim Wong Bulukumba