News and Education Versi penuh
Edukasi

Lomba Bertutur Bulukumba Asah Jiwa Kreatif Generasi Muda

Lomba bertutur Bulukumba 2026 menjadi ruang bagi 50 siswa SD dan MI untuk mengasah mental, kreativitas, dan rasa percaya diri di depan publik.

Oleh Uno 25 Jun 2026 22:42 4 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA – Sebanyak 50 anak dari berbagai pelosok kecamatan berkumpul di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (DPKD) Kabupaten Bulukumba pada Selasa (23/6/2026). Mereka bukan bersiap untuk ujian tertulis, melainkan bersiap menaklukkan panggung dan podium. Lewat ajang lomba bertutur Bulukumba 2026, puluhan pelajar tingkat dasar ini ditantang untuk menunjukkan kemampuan berbicara, kreativitas, dan memupuk rasa percaya diri di depan publik.

Riuh rendah suara anak-anak yang berlatih pelafalan memenuhi sudut ruangan menjelang acara dibuka resmi oleh Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf. Acara kompetisi yang diinisiasi oleh Bidang Perpustakaan DPKD ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.

Ajang tahunan ini diikuti oleh 30 siswa Sekolah Dasar (SD) dan 20 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Di hadapan para dewan juri, wajah-wajah polos itu menyimpan ketegangan sekaligus antusiasme yang besar saat bersiap menuturkan jalinan kisah budaya lokal daerah mereka.

Lebih dari Sekadar Mengejar Piala

Bagi sebagian besar anak, berdiri di atas panggung dengan sorot mata penonton yang tertuju pada mereka adalah sebuah ujian mental yang berat. Di sinilah esensi utama dari lomba bertutur Bulukumba 2026 diuji. Pemerintah daerah ingin menggeser paradigma bahwa kompetisi ini bukan sekadar urusan menang dan kalah.

Kepala Bidang Perpustakaan DPKD Bulukumba, Andi Mirza Milanie, menegaskan dalam laporannya bahwa kegiatan ini dirancang sebagai jembatan emosional anak terhadap buku. Proses anak membaca, memahami, lalu merangkai kembali cerita dengan gaya bahasa mereka sendiri merupakan stimulasi kognitif yang luar biasa.

Melalui proses kreatif tersebut, anak-anak tidak hanya didorong untuk mengenal lebih dekat karya bacaan atau cerita budaya daerah yang sarat nilai positif. Lebih dari itu, mereka sedang dipandu untuk menemukan keberanian dan karakter kepemimpinan sejak usia dini.

Sinergi Lintas Sektor untuk Mentalitas Generasi Muda

Langkah DPKD Bulukumba menggelar kegiatan ini mendapatkan apresiasi penuh dari eksekutif dan legislatif setempat. Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, yang hadir langsung membuka acara, menggarisbawahi bahwa kecakapan literasi bertutur adalah modal krusial bagi generasi masa depan.

Menurut Edy Manaf, keterampilan memahami dan menyampaikan kembali isi bacaan adalah benteng sekaligus modal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman yang kian kompetitif. Ia menaruh harapan besar agar lomba bertutur Bulukumba 2026 ini melahirkan delegasi yang mampu membawa nama baik daerah ke tingkat provinsi hingga nasional.

Dukungan serupa mengalir dari gedung parlemen. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bulukumba, Alkhaisar Jainar Ikrar, yang juga bertindak sebagai dewan juri, menyatakan komitmen penuh lembaga legislatif untuk terus mendukung program penguatan literasi anak di daerah ini.

Sebagai mitra kerja DPKD, Komisi I DPRD berharap setiap peserta membawa pulang pengalaman berharga yang membentuk karakter mereka. Bagi siswa yang belum berhasil meraih juara pada akhir kompetisi nanti, manfaat melatih keberanian dan kecintaan terhadap buku dipandang jauh lebih bernilai daripada sekadar trofi.

Komposisi Penilaian Profesional yang Berbobot

Demi menjaga objektivitas dan kualitas kompetisi, DPKD Bulukumba menghadirkan panel juri yang kompeten di bidangnya. Selain Alkhaisar Jainar Ikrar dari DPRD, penilaian kompetisi ini juga melibatkan budayawan sekaligus penggerak literasi daerah, Agusriadi Maula, serta Sekretaris DPPKBPPPA Bulukumba, Andi Nur Aisyah Pandita. Kehadiran Kadis Kearsipan dan Perpustakaan Ferryawan Z Fahmi bersama perwakilan TP PKK serta Dharma Wanita melalui Pokja II mempertegas solidnya dukungan komunitas terhadap tumbuh kembang anak di Bulukumba.

Menatap Masa Depan Literasi Berbasis Karakter

Keberlanjutan dari lomba bertutur Bulukumba 2026 ini diharapkan mampu menciptakan dampak jangka panjang di lingkungan sekolah masing-masing peserta. Dengan kembalinya 50 siswa ini ke kecamatan asal mereka membawa pengalaman mental yang baru, mereka diharapkan dapat menjadi pemantik semangat membaca (influencer literasi) bagi teman-teman sebanyanya.

Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga konsistensi ruang-ruang kreasi seperti ini agar tetap hidup di luar masa kompetisi. Pembentukan generasi muda yang gemar membaca, kreatif, percaya diri, serta peduli pada nilai kearifan lokal hanya bisa terwujud jika minat bertutur ini terus dirawat di ruang kelas dan ruang keluarga secara berkelanjutan.***

Topik terkait
Lomba bertutur Bulukumba 2026 literasi anak Bulukumba budaya baca SD MI