News and Education Versi penuh
EBis

Makmur Jadi APERD Pertama Hadirkan K-CASH KSEI

Oleh Redaksi 03 Nov 2026 22:15 4 menit baca

JALURDUA -

EmitenTrust.com - PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) menjadi Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) pertama yang menghadirkan layanan K-CASH milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara komersial kepada investor. Melalui layanan ini, investor dapat menggunakan kembali dana hasil penjualan reksa dana untuk membeli produk investasi lain tanpa perlu melakukan transfer ulang dari rekening bank. K-CASH merupakan sistem pengelolaan dana transaksi reksa dana yang memungkinkan dana investor disimpan dalam rekening atas nama masing-masing investor di KSEI. Layanan tersebut dirilis secara bertahap kepada investor Makmur dan saat ini tersedia untuk sejumlah produk reksa dana dari manajer investasi tertentu. Cakupan produk akan diperluas secara bertahap. Sebelumnya, transaksi pembelian reksa dana mengharuskan investor mentransfer dana dari rekening bank ke rekening reksa dana di bank penampung atau virtual account. Sementara itu, hasil penjualan kembali reksa dana akan dikirimkan ke rekening bank investor. Dengan penerapan K-CASH, dana hasil penjualan reksa dana dapat masuk ke saldo K-CASH dan langsung digunakan kembali untuk membeli produk reksa dana yang telah terintegrasi dengan sistem tersebut. Dalam satu ekosistem, investor juga dapat melakukan penyetoran dan penarikan saldo K-CASH, serta pembelian (subscription) dan penjualan kembali (redemption) reksa dana. K-CASH pertama kali diluncurkan KSEI pada 18 Desember 2024 sebagai metode alternatif transaksi reksa dana selain mekanisme virtual account. Sistem tersebut memungkinkan Investor Fund Unit Account (IFUA) di S-INVEST, yang sebelumnya hanya mencatat kepemilikan unit reksa dana, turut digunakan untuk menampung dana investor. Makmur telah terlibat sejak tahap awal pengembangan K-CASH sebagai salah satu APERD berbasis teknologi finansial dalam proyek percontohan (pilot project). Pada Desember 2024, Makmur juga menerima penghargaan dari KSEI atas kontribusinya dalam pengembangan sistem tersebut. Kini, Makmur menjadi APERD pertama yang membawa K-CASH dari tahap uji coba menuju layanan komersial bagi investor. Penerapan ini merupakan hasil kolaborasi Makmur dan KSEI bersama manajer investasi serta bank kustodian. Para pihak menyelaraskan sistem dan proses penyelesaian transaksi agar perpindahan dana antara K-CASH dan produk reksa dana dapat tercatat secara terintegrasi. Kehadiran K-CASH berlangsung di tengah pertumbuhan industri reksa dana nasional. Berdasarkan data KSEI, jumlah investor reksa dana mencapai 30,87 juta hingga akhir September 2026, meningkat 60,8% dibandingkan akhir 2025. Aktivitas transaksi juga mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang Januari-September 2026, tercatat sebanyak 43,55 juta transaksi pembelian dan penjualan kembali reksa dana. Jumlah tersebut telah melampaui total transaksi sepanjang 2025 yang mencapai 30 juta transaksi. Meningkatnya jumlah investor dan frekuensi transaksi membuat infrastruktur pengelolaan dana menjadi semakin penting bagi industri reksa dana. Direktur sekaligus Chief Investment Officer Makmur, Stefanus Dennis Winarto, mengatakan K-CASH memperkuat aspek investasi yang selama ini jarang diperhatikan investor, yakni alur perpindahan dana. Menurutnya, pengalaman investor tidak hanya ditentukan oleh imbal hasil investasi, tetapi juga kemudahan dan efisiensi proses transaksi, mulai dari pembelian hingga penjualan kembali reksa dana. Ia menilai K-CASH dapat menyederhanakan proses tersebut karena dana hasil redemption bisa langsung digunakan untuk investasi kembali tanpa harus ditransfer ulang dari rekening bank. K-CASH menawarkan sejumlah manfaat bagi investor, mulai dari keamanan, kepraktisan, hingga efisiensi transaksi. Dari sisi keamanan, penyelesaian dana dilakukan menggunakan uang bank sentral (Central Bank Money) melalui Bank Indonesia. Dana transaksi juga tercatat dalam IFUA atas nama masing-masing investor di KSEI sehingga posisi dan mutasi dana dapat dipantau secara transparan. Dari sisi kepraktisan, investor dapat menggunakan dana hasil penjualan reksa dana untuk melakukan pembelian kembali tanpa perlu transfer ulang. Investor tetap memiliki pilihan untuk menerima hasil penjualan ke rekening bank yang terdaftar atau menarik saldo K-CASH ke rekening bank miliknya. Sementara itu, dari sisi efisiensi, K-CASH menjadi alternatif pembayaran pembelian reksa dana selain virtual account, dengan pencocokan dana dan transaksi atas nama investor yang dilakukan secara otomatis. Hasil penjualan kembali reksa dana yang masuk ke K-CASH juga tidak dikenakan biaya transfer antarbank. Adapun penarikan saldo K-CASH hingga Rp250 juta ke rekening bank melalui BI-FAST dikenakan biaya Rp250 per transaksi. Stefanus menambahkan, penerapan K-CASH dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Menurutnya, keandalan sistem dan transparansi menjadi prioritas karena setiap transaksi melibatkan dana investor. Ia juga menilai efisiensi infrastruktur transaksi berpotensi membantu industri mengoptimalkan biaya operasional sekaligus meningkatkan daya saing produk reksa dana.