News and Education Versi penuh
News

Melampaui Seremoni PKC PMII SulSel Dan PMII Bulukumba Dorong Kesadaran Lingkungan

Oleh Redaksi 18 Oct 2026 16:33 2 menit baca

Jalurdua.com Inten.id, Bulukumba_ Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Selatan dan Bulukumba bergerak lebih dari sekadar aksi seremonial dalam upaya pelestarian lingkungan. Pada 16-17 Oktober 2026, mereka menggelar penanaman pohon di sejumlah pesantren dan dialog lingkungan di Kabupaten Bulukumba, menekankan pentingnya kesadaran ekologis yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Penanaman pohon dimulai pada Jumat, 16 Oktober 2026, di tiga lokasi Pesantren As'adiyah Galung Beru, Pesantren Baburida, dan Pesantren As'adiyah Mabbarakka. Aksi serupa akan dilanjutkan pada Senin, 19 Oktober 2026, di Pesantren NU dan MTs Ma'arif.

Sementara itu, dialog lingkungan digelar pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026, di Warkop Nagoya, Bulukumba. Forum ini menghadirkan berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua I DPRD Bulukumba, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Polres Bulukumba, serta aktivis lingkungan, dengan partisipasi mahasiswa dan tokoh masyarakat. Diskusi tersebut membahas urgensi menjaga lingkungan serta peran kolektif dalam menghadapi persoalan lingkungan di Kabupaten Bulukumba.

Ketua PC PMII Bulukumba menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya sebatas menanam, melainkan juga membangun kesadaran kolektif. "PMII tidak ingin hanya hadir dalam ruang diskusi, tetapi juga harus mengambil bagian dalam aksi nyata. Penanaman pohon di lingkungan pesantren adalah langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran ekologis, khususnya di kalangan santri dan generasi muda," ujarnya. Ia menambahkan, perawatan pohon yang telah ditanam merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya ini, menyoroti bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat.

Senada, Sekretaris PKC PMII Sulawesi Selatan, Trigosal, menekankan peran krusial mahasiswa dalam mengawal isu lingkungan. "Gerakan ekologis tidak boleh berhenti pada penanaman pohon atau diskusi semata. Mahasiswa harus mampu menghubungkan pengetahuan, gerakan sosial, dan pengawalan kebijakan agar pelestarian lingkungan menjadi agenda bersama," tegas Trigosal. Ia berharap dialog tersebut memperkuat kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, aktivis lingkungan, dan masyarakat dalam menangani persoalan lingkungan.

Inisiatif PMII ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pelestarian lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda dan santri di Bulukumba. Lebih dari sekadar acara seremonial, PMII menekankan pentingnya keberlanjutan aksi melalui perawatan pohon yang telah ditanam dan keterlibatan aktif semua pihak dalam menjaga kelestarian alam Bulukumba di masa mendatang.