News and Education Versi penuh
Daerah

HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa

Mendes PDT Yandri Susanto hadiri HUT ke-68 Lombok Barat. Tekankan kolaborasi "superteam" dan luncurkan Program Sejahtera dari Desa untuk perkuat ekonomi lokal.

Oleh Uno 18 Apr 2026 18:55 3 menit baca

LOMBOK BARAT – Mengenakan busana adat Sasak lengkap dengan pegon biru tua dan keris yang terselip di pinggang, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto berdiri di tengah Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat, Jumat (17/4/2026). Kehadirannya bukan sekadar seremonial memperingati HUT ke-68 Kabupaten Lombok Barat, melainkan membawa misi besar tentang kolaborasi lintas kementerian demi kedaulatan pangan dan kesejahteraan desa.

Bersama Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Yandri menyalami para kepala desa berprestasi di bawah terik matahari Lombok yang hangat. Tema Patju Begawean yang diusung tahun ini seolah menjadi roh dalam setiap prosesi upacara, menyiratkan semangat kerja keras dan kebersamaan yang menjadi fondasi utama pembangunan daerah dari pinggiran.

Transformasi Desa Melalui Program Sejahtera dan Inovasi Lokal


Momen sakral ini juga ditandai dengan peluncuran Program Sejahtera dari Desa, sebuah inisiatif ambisius untuk menggerakkan ekonomi akar rumput. Mendes Yandri secara simbolis menyerahkan DIPA program tersebut kepada beberapa desa pionir, di antaranya Desa Sesela, Desa Sedau, Desa Karang Bongkot, Desa Gapuk, dan Desa Buun Mas.

Bagi Yandri, penyerahan anggaran ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah instrumen nyata untuk mengubah wajah desa di Lombok Barat. Ia terlihat antusias saat meninjau pameran potensi desa, di mana produk-produk lokal dipamerkan sebagai bukti bahwa desa mampu mandiri secara ekonomi jika dikelola dengan manajemen yang tepat.

Apresiasi untuk Desa Bebas Stunting dan Putus Sekolah


Selain urusan ekonomi, perhatian pemerintah tertuju pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Penghargaan khusus diberikan kepada Desa Lembah Sari sebagai desa bebas putus sekolah, serta Desa Labuapi yang sukses menyandang status bebas stunting. Tak ketinggalan, Desa Gegelang diapresiasi atas keberhasilannya menjadi wilayah bebas tuberkulosis.

"Penghargaan ini adalah bentuk kepedulian negara. Harapannya, desa berprestasi terus bertumbuh, bukan sekadar mengejar piala, tapi benar-benar meningkatkan kualitas hidup manusianya," ujar Yandri di sela-sela acara. Ia menekankan bahwa kesehatan dan pendidikan di tingkat desa adalah modal utama menuju Indonesia Emas.

Sinergi Lintas Sektoral: Memangkas Birokrasi demi Hasil Maksimal


Kehadiran jajaran menteri lain seperti Mensos Saifullah Yusuf dan Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menunjukkan sinyal kuat bahwa pembangunan desa tidak lagi dilakukan secara sektoral. Yandri menegaskan bahwa ego sektoral harus ditinggalkan demi efisiensi energi dan anggaran.

"Kita ini superteam, bukan superman. Semuanya tidak bisa berjalan kalau cuma Menteri Desa sendirian," tuturnya. 

Menurutnya, kolaborasi antara Kemenko Pangan, Kemendes PDT, Kemensos, dan Kemenkes akan memangkas waktu dan biaya dalam mengeksekusi program-program kerakyatan.

Masa Depan Lombok Barat yang Mandiri


Peringatan HUT ke-68 ini menjadi titik balik bagi Lombok Barat untuk tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga lumbung SDM dan pangan yang unggul. Dengan semangat Patju Begawean, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menciptakan efek domino pada perputaran ekonomi lokal.

Langkah Mendes PDT Yandri Susanto memperkuat integrasi antar-lembaga memberikan harapan baru. Jika desa-desa di Lombok Barat mampu mempertahankan prestasi di bidang kesehatan dan pendidikan sambil terus berinovasi dalam program kesejahteraan, maka kemandirian daerah yang berkeadilan bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang sedang dibangun.**

Topik terkait
Mendes PDT Yandri Susanto Pembangunan Desa