News and Education Versi penuh
Daerah

Nobar Piala Dunia 2026 Bulukumba Gerakkan Sektor UMKM Lokal

Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengaktivasi Lapangan Pemuda sebagai pusat ekonomi kreatif lewat gelaran Nobar Piala Dunia 2026 Bulukumba.

Oleh Uno 15 Jul 2026 19:43 2 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA — Pemerintah Kabupaten Bulukumba mengintegrasikan sektor ekonomi kreatif dan hiburan rakyat melalui pembukaan fasilitas Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia FIFA 2026 di Lapangan Pemuda Bulukumba, Selasa (14/7/2026). Langkah penyiapan ruang publik terpadu ini ditujukan untuk memicu perputaran modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat selama fase semifinal hingga final turnamen.

Secara historis, Lapangan Pemuda merupakan ruang terbuka hijau publik utama di pusat kota Bulukumba yang kerap menjadi indikator aktivitas ekonomi informal masyarakat. Pada laga pertama babak semifinal yang mempertemukan Tim Nasional Prancis dan Spanyol, area ini mencatat lonjakan kunjungan hingga ribuan warga dari berbagai wilayah kecamatan.

Aktivasi UMKM dan Ruang Komunal di Lapangan Pemuda Bulukumba


Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyatakan bahwa agenda nobar ini sengaja dirancang tidak sekadar sebagai tontonan olahraga, melainkan instrumen penggerak roda perekonomian hilir. Pemerintah daerah memfasilitasi zonasi khusus berupa bazar kuliner dan kerajinan yang diisi oleh para pelaku usaha lokal tanpa pungutan biaya sewa tempat.

"Kami mengarahkan agar setiap aktivitas pengumpulan massa seperti ini bertransformasi menjadi momentum konkret untuk menggerakkan roda perekonomian daerah," ujar Andi Muchtar di lokasi acara.

Ia meminta para pengunjung yang memadati area publik tersebut untuk memprioritaskan konsumsi pada produk-produk yang dijajakan oleh para pelaku usaha kecil menengah Bulukumba.

Jaminan Keamanan dan Pelibatan Seniman Lokal


Selain sektor perdagangan mikro, pemanfaatan ruang publik ini juga melibatkan ekosistem seni lokal. Sejumlah kelompok musik lokal diberikan panggung resmi sebagai bagian dari pembuka acara sebelum siaran langsung pertandingan dimulai. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir guna memastikan aspek koordinasi pengamanan wilayah.

Pemerintah daerah memberikan catatan khusus mengenai pemeliharaan fasilitas publik selama turnamen berlangsung hingga babak final. Penonton diwajibkan mematuhi regulasi tata tertib, termasuk manajemen pembuangan sampah mandiri dan penataan parkir kendaraan bermotor untuk mencegah kemacetan di jalur protokol.

"Pilihan tim boleh berbeda sepanjang turnamen, tetapi setelah peluit akhir berbunyi, seluruh warga harus menjaga kondusifitas. Perbedaan preferensi justru menjadi ruang untuk menguji kedewasaan sosial dan sportivitas kita," kata Andi Muchtar.

Apresiasi terhadap fasilitas ini muncul dari kelompok masyarakat luar kota. Syamsuddin, seorang warga asal Desa Seppang, menjelaskan bahwa penyediaan fasilitas layar lebar gratis oleh pemerintah daerah ini memotong biaya akses hiburan masyarakat pelosok yang sebelumnya kesulitan mendapatkan tayangan resmi turnamen sepak bola dunia tersebut. Rangkaian pengawasan keamanan di Lapangan Pemuda dipastikan berjalan dinamis dengan melibatkan personel Satpol PP dan Dinas Perhubungan setempat hingga partai final selesai digelar.**

Topik terkait
Piala Dunia 2026 Stimulus Ekonomi Daerah Bazar UMKM