Bukan Sekadar Suntik, Ini Alasan Imunisasi Jadi Penentu Masa Depan Anak Bulukumba
Rayakan Pekan Imunisasi Dunia 2026, RSUD Hasdar Bulukumba & IDAI Sulsel gelar edukasi pentingnya imunisasi anak demi cegah penyakit menular & bangun kekebalan kelompok.
Jalurdua.com BULUKUMBA - Suasana Ruang Pertemuan Mawar RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja (Hasdar) mendadak hening saat dr. Nursyamsuddin Mogana, Sp.A, menatap dalam ke arah puluhan orang tua yang hadir pada Jumat, 24 April 2026. Di tengah peringatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026, dokter spesialis anak ini menegaskan bahwa setiap tetes vaksin bukan sekadar prosedur medis, melainkan benteng terakhir bagi nyawa buah hati.
"Imunisasi adalah hak anak dan merupakan bentuk perlindungan terbaik untuk masa depan mereka," ujar dr. Nursyamsuddin.
Kegiatan bertajuk Pediatrician Social Responsibility (PSR) ini merupakan kolaborasi strategis antara RSUD Hasdar Bulukumba dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulawesi Selatan. Inisiatif ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengikis keraguan masyarakat terhadap keamanan vaksin di era informasi yang serba cepat.
Memutus Rantai Penyakit Lewat Edukasi
Dalam seminar awam tersebut, dr. Nursyamsuddin membedah tuntas mengapa imunisasi anak tidak boleh ditunda. Ia memaparkan bahwa penyakit berbahaya seperti Hepatitis B, Polio, BCG, DPT, hingga Campak masih menjadi ancaman nyata jika cakupan vaksinasi menurun.
- Tuchel Tegaskan Harry Kane Striker Utama Inggris
- Iran Tepis Kemungkinan Trump Bertemu Mojtaba Khamenei: Tak Realistis
- Rio Ngumoha Diincar Bayern, Liverpool Pasang Label Not For Sale
- Kebakaran hutan dan lahan di Nagan Raya Aceh 'meluas hingga 90 hektare' – 'Api b...
- Piala Dunia 2026: Harry Kane dan Lini Pertahanan Krusial buat Inggris
- Bahaya Rokok Mengancam, RSUD Bulukumba Pilih Jalur Edukasi
- Bukan Sekadar Suntik, Ini Alasan Imunisasi Jadi Penentu Masa Depan Anak Bulukumb...
- Imunisasi MR Tenaga Kesehatan Dimulai, Kemenkes Targetkan 290 Ribu Penerima
- Tuchel Tegaskan Harry Kane Striker Utama Inggris
- Iran Tepis Kemungkinan Trump Bertemu Mojtaba Khamenei: Tak Realistis
