Revolusi Pertanian Dimulai dari Danau Toba, Ini Peran Kemenhut

Pengembangan pertanian berbasis AI di Danau Toba jadi strategi baru Indonesia menuju swasembada pangan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Revolusi Pertanian Dimulai dari Danau Toba, Ini Peran Kemenhut
Foto: Rohmat Marzuki mewakili Menteri Kehutanan menghadiri Rapat Pembahasan Pengembangan Pertanian Berbasis Artificial Intelligence (AI) di Kawasan Danau Toba yang diselenggarakan oleh Dewan Ekonomi Nasional/.kehutanan.go.id/JalurDua/
Bacakan Artikel

Pendekatan ini membuka peluang besar untuk meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Di tengah fluktuasi iklim dan pasar global, sistem berbasis data menjadi kunci adaptasi.

Ekologi dan Ekonomi Berjalan Seiring

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan bahwa transformasi pertanian tidak boleh mengabaikan aspek lingkungan. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Kedepan kami dari Kementerian Kehutanan siap untuk mendukung dan siap untuk berkolaborasi untuk kita pulihkan ekosistem tetapi juga kita bisa mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.

Pernyataan ini mencerminkan pendekatan baru pemerintah: pembangunan ekonomi yang tidak merusak ekosistem, melainkan memperkuatnya.

Lahan Terbuka dan Agroforestri: Solusi Berkelanjutan

Salah satu fokus utama adalah optimalisasi lahan yang tidak berhutan. Alih-alih membuka hutan baru, pemerintah mendorong pemanfaatan lahan terbuka untuk mendukung sektor pertanian.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: