RSUD Bulukumba Perketat Pengelolaan Limbah Medis dan B3

RSUD Bulukumba menggelar pelatihan MFK untuk memitigasi risiko kebakaran dan pengelolaan limbah B3 guna menjamin keselamatan pasien dan mutu layanan.

RSUD Bulukumba Perketat Pengelolaan Limbah Medis dan B3
Foto: Sebanyak 163 aparatur dan tenaga kesehatan yang datang dari berbagai unit kerja untuk mengikuti In House Training (IHT) Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)/JalurDua/
Bacakan Artikel

"Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui pelatihan ini diharapkan seluruh pegawai memahami peran dan tanggung jawabnya dalam menjaga lingkungan kerja yang aman, sehingga mutu pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan," tegas dr. Rismayanti di hadapan ratusan peserta yang menyimak pemaparan dengan saksama.

Menepis Ego Sektoral di Ruang Darurat

Pikiran Rakyat memantau bahwa jalannya pelatihan ini didesain secara integratif dengan melibatkan jajaran pemangku kebijakan internal yang strategis. Tampak hadir Kepala Bidang Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, dr. A. Marla Susyanti Akbar, M.Tr.Adm.Kes., yang mengawal kurikulum kompetensi personel, serta Ketua Pokja MFK, Apt. St. Naima Masyar, M.Kes., yang bertindak sebagai motor penggerak standardisasi operasional. Kehadiran para petinggi ini menunjukkan adanya komitmen struktural untuk tidak sekadar menjadikan MFK sebagai pemenuhan formalitas di atas kertas borang akreditasi semata.

Materi yang dihantarkan oleh tim narasumber internal RSUD Bulukumba mencakup delapan klaster proteksi yang komprehensif, mulai dari Konsep dan Kebijakan MFK, Keselamatan dan Keamanan Lingkungan Rumah Sakit, hingga materi inti mengenai Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran. Tidak hanya itu, pemahaman para staf diperdalam lewat tata kelola teknis Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta Limbah Medis, Sistem Utilitas dan Pemeliharaan Fasilitas Rumah Sakit, Kesiapsiagaan dan Tanggap Darurat Bencana, Keselamatan Pasien, Staf, dan Pengunjung, hingga Pelaporan dan Mitigasi Risiko Keselamatan.

Ketua Pokja MFK, Apt. St. Naima Masyar, M.Kes., mengonfirmasi bahwa seluruh materi tersebut disinkronkan secara ketat untuk membangun kebiasaan dan budaya keselamatan yang berkelanjutan di seluruh lini rumah sakit. Langkah penajaman kompetensi 163 pegawai lintas unit ini sekaligus menjadi instrumen penting guna mendukung pemenuhan standar akreditasi rumah sakit yang menuntut indikator keselamatan tanpa toleransi kesalahan (zero accident).

Menanti Konsistensi Implementasi di Lapangan

Langkah preventif yang diinisiasi oleh RSUD Bulukumba melalui pelatihan MFK patut mendapatkan apresiasi sebagai bentuk tanggung jawab publik. Namun, tantangan sesungguhnya dari kontrol sosial bukan terletak pada suksesnya penyelenggaraan sebuah forum pelatihan, melainkan pada konsistensi penerapannya dalam operasional harian. Publik Bulukumba kini menanti apakah 163 personel yang telah dibekali ilmu mitigasi ini mampu mentransformasikan pengetahuan teoritis mereka menjadi aksi nyata saat situasi kritis terjadi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: