News and Education Versi penuh
Edukasi

Strategi Baru Bulukumba Pulihkan Habitat Ikan Lewat Rumpon Edukasi

Dinas Perikanan pasang rumpon dasar mini Bulukumba di Kolam Labuh Bentenge sebagai replika edukasi perikanan berkelanjutan dan pemulihan ekosistem laut.

Oleh Uno 15 Jul 2026 20:01 2 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA – Dinas Perikanan Kabupaten Bulukumba memasang instalasi rumpon dasar mini di kawasan Kolam Labuh Bentenge sebagai proyek percontohan teknologi rumah ikan dan media edukasi perikanan berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk mengubah pola pikir nelayan lokal agar tidak hanya bertumpu pada alat tangkap, melainkan juga aktif dalam pemulihan habitat serta ekosistem laut pesisir.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat sebagian besar wilayah pengelolaan perikanan (WPP) di Indonesia telah mengalami status eksploitasi padat (fully exploited). Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk menginisiasi zona konservasi mikro dan memasyarakatkan metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan.

Dampak Ekologis Kolam Labuh Bentenge


Kawasan Kolam Labuh Bentenge saat ini diarahkan menjadi pusat percontohan pembangunan sektor perikanan terpadu di Kabupaten Bulukumba. Struktur buatan yang diturunkan ke dasar kolam berfungsi menciptakan ekosistem buatan baru yang menyediakan tempat berlindung, mencari makan, serta area memijah bagi berbagai biota laut.

Peningkatan aktivitas ekologis di kawasan ini mulai terlihat dari keragaman jenis ikan yang mendekati area labuh. Perubahan kondisi lingkungan tersebut turut berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Bulukumba, Yusli Sandi, mengonfirmasi terjadinya peningkatan volume biota laut setelah perbaikan habitat dilakukan di kawasan tersebut.

"Terbukti kolam labuh ini juga sudah menjadi tempat spot mancing favorit bagi warga. Ini dilihat semakin banyak orang datang mancing ikan di kolam labuh," kata Yusli.

Edukasi Alat Bantu Tangkap bagi Nelayan dan Pelajar


Rumpon dasar mini dirancang sebagai replika skala kecil dari struktur rumpon laut dalam yang menjadi program unggulan pemerintah daerah. Sasaran edukasi fasilitas ini mencakup nelayan, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum agar dapat mengamati mekanisme agregasi ikan secara langsung.

Dinas Perikanan Bulukumba memproyeksikan edukasi dini ini mampu menekan penggunaan alat tangkap destruktif dan mendorong pertumbuhan sektor perikanan sebagai penopang ekonomi daerah.

Yusli Sandi menegaskan bahwa penyediaan fasilitas ini bertujuan menyederhanakan konsep pengelolaan laut yang ilmiah agar lebih mudah diimplementasikan oleh masyarakat pesisir.

“Rumpon ini adalah alat bantu menangkap ikan, sekaligus bagian dari strategi pemulihan ekosistem laut. Dengan memahami fungsi ekologis rumpon, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kelestarian sumber daya perikanan,” ujar Yusli.**

Topik terkait
Rumpon Dasar Mini Dinas Perikanan Bulukumba Kolam Labuh Bentenge