Redam Ketegangan Nasional, Pimpinan Hukum Bulukumba Turun Bersama Warga
Polres Bulukumba dan Kejaksaan Negeri memperkuat sinergi Forkopimda Bulukumba untuk menjaga stabilitas kamtibmas saat nobar Piala Dunia 2026.
Jalurdua.com BULUKUMBA — Kepolisian Resor (Polres) Bulukumba bersama Kejaksaan Negeri Bulukumba mengintensifkan koordinasi lintas sektoral guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah momentum nonton bareng Piala Dunia 2026. Langkah preventif ini ditandai dengan kehadiran langsung Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto dan Kepala Kejaksaan Negeri Bulukumba Erwin Juma di tengah konsentrasi massa yang memadati Lapangan Pemuda Bulukumba, Kamis (16/7/2026) dini hari.
Penguatan hubungan antar-lembaga penegak hukum di tingkat daerah menjadi instrumen krusial dalam mitigasi risiko keamanan, terutama saat mobilisasi massa berskala besar berkumpul dalam satu titik terpusat. Secara historis, soliditas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terbukti efektif menjadi jangkar stabilitas lokal yang mampu meredam potensi gangguan keamanan di daerah, terlepas dari dinamika isu hukum maupun politik yang berkembang di tingkat pusat sepanjang pertengahan tahun 2026.
Strategi Pendekatan Humas di Ruang Publik
Dalam agenda yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba tersebut, kedua pucuk pimpinan instansi penegak hukum menunjukkan pola komunikasi persuasif dengan berinteraksi langsung di atas panggung bersama warga. Kehadiran kolektif ini ditujukan untuk mengirimkan sinyal kepastian hukum dan keteraturan sosial kepada masyarakat akar rumput secara langsung.
Pelaksana Harian Kasi Humas Polres Bulukumba, IPTU Rahmat Kurniawan, menyatakan bahwa partisipasi aktif unsur pimpinan ini bertujuan mendukung program pemerintah daerah sekaligus memperkokoh komunikasi sosial dengan komunitas lokal.
"Kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan ini merupakan wujud soliditas Forkopimda Bulukumba. Sinergi antara Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan terus terjalin dengan baik untuk menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif," ujar Rahmat saat memberikan keterangan resmi.
Implikasi Kolaborasi terhadap Stabilitas Wilayah
Manajemen pengamanan terpadu yang diterapkan dalam pengawasan ruang publik ini tidak hanya mengandalkan pengerahan personel fisik di lapangan, melainkan melalui pendekatan diplomasi publik oleh otoritas terkait. Konsolidasi yang diperlihatkan oleh kepolisian dan kejaksaan di wilayah hukum Bulukumba menjadi indikator bahwa pemeliharaan kamtibmas diprioritaskan melalui keselarasan persepsi antar-instansi.
Langkah taktis ini diproyeksikan mampu mempertahankan tren positif kondusivitas wilayah, sekaligus memastikan seluruh program pelayanan publik dan agenda komunitas di Kabupaten Bulukumba dapat berlangsung tanpa interupsi gangguan keamanan.**