"Takdir Cinta Perawan Tua", Novel Terbaru Karya Pegiat Literasi Bulukumba
Gadis yang hampir menginjak usia 30 tidaklah menyenangkan. Bahkan menyeramkan. Apakah perawan tua itu adalah sebuah aib? Sang gadis dalam novel "Takdir Cinta Perawan Tua" mengembara dalam pertanya...
JALURDUA Gadis yang hampir menginjak usia 30 tidaklah menyenangkan. Bahkan menyeramkan. Apakah perawan tua itu adalah sebuah aib?
Sang gadis dalam novel "Takdir Cinta Perawan Tua" mengembara dalam pertanyaan-pertanyaan yang melelahkan. "Haruskah aku seperti Khadijah kepada Muhammad? Mengutus orang untuk menyatakan cinta. Aku sudah lelah menjadi Fatimah, menunggu pria seperti Ali yang mencintai dalam diam kemudian datang melamar dan bersatu dalam ikatan pernikahan."
Sang gadis bukannya tidak pernah jatuh cinta. "Mungkin Tuhan sengaja mematahkan hatiku untuk mengujiku?" Batinnya.
Suatu ketika, datang lamaran dari keluarga pria misterius yang tidak dia ketahui siapa sosoknya. Pria itu penuh teka-teki. Siapakah sebenarnya dia?
Alurnya penuh kejutan tak terduga. Ditulis dengan gaya bahasa yang enak dan sastrawi. Novel ini karya Assyifa Barizza, penulis Bulukumba yang juga pegiat literasi dari jaringan Gerakan Pojok Baca 137. Dia mengelola Pojok Baca Rakyat 137 Bolongnge, di Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa.
- Dandim 1411 Bulukumba: Kenaikan Pangkat Bukan Hadiah Gratis
- Piala Dunia U-16 2026: Ambisi Besar Bulukumba United di Bandung
- Polantas Bulukumba Bripda Ahriadi Wakili Daerah di MTQ
- Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data