Tragedi UNIFIL: SBY Ungkap Realitas Berat Misi Perdamaian Indonesia
SBY soroti gugurnya prajurit RI di Lebanon, desak investigasi PBB dan evaluasi misi perdamaian di zona konflik aktif.
Menurutnya, PBB memiliki rekam jejak dalam merespons cepat insiden global. Oleh karena itu, tragedi ini tidak boleh diperlakukan dengan standar berbeda.
Keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian di Lebanon bukan keputusan spontan. Sejak 2006, Indonesia aktif mengirim pasukan sebagai bagian dari komitmen global menjaga perdamaian.
SBY mengungkap bahwa saat itu ia bahkan mengupayakan pengadaan kendaraan tempur dari Prancis untuk mempercepat pengiriman pasukan.
Sejak saat itu, puluhan rotasi Kontingen Garuda telah dikirim, menjadikan Lebanon sebagai salah satu misi terpanjang Indonesia.
SBY menyampaikan pesan yang sederhana namun kuat:
Tetaplah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetapi jangan abaikan keselamatan diri. Di tanah air, keluarga menanti dengan harapan dan doa.**
- Militer AS Hajar Situs Radar Iran Picu Sejumlah Ledakan
- John Herdman Sudah Dapat Setelan Terbaik?
- Final NBA 2026: Ketat! Knicks Menang 105-104 di Game Kedua
- Capres Real Madrid Sesumbar Datangkan Juergen Klopp
- Tuchel Tak Masalah Pemain Arsenal Telat Gabung Skuad Inggris
- Kebakaran hutan dan lahan di Nagan Raya Aceh 'meluas hingga 90 hektare' – 'Api b...
- Modus, pola dan keterlibatan pihak lain dalam dugaan korupsi Dadan dkk di progra...
- Mengapa benteng yang direbut Salahuddin pada Perang Salib penting dalam konflik...
- Militer AS Hajar Situs Radar Iran Picu Sejumlah Ledakan
- John Herdman Sudah Dapat Setelan Terbaik?
