News and Education Versi penuh
Daerah

Tukar Sampah Sembako: Gebrakan Baru DLH Bulukumba di Pantai Merpati

Tukar sampah sembako di Pantai Merpati jadi gebrakan baru Pemkab Bulukumba dan Bulog. Simak skema ekonomi sirkular untuk atasi krisis iklim ini.

Oleh Uno 06 Jun 2026 19:28 3 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA – Langkah progresif diambil Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam membumikan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, 'Saatnya Bekerja Untuk Iklim'. Tidak lagi sekadar seremoni penanaman pohon, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulukumba meluncurkan program inovatif berupa gerakan tukar sampah sembako yang akan dipusatkan di sepanjang Pantai Merpati pekan depan.

Strategi taktis ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara Pemerintah Kabupaten Bulukumba dengan Bulog Bulukumba. Kebijakan tersebut sengaja dirancang untuk mengubah paradigma masyarakat secara radikal, sekaligus membuktikan bahwa pengelolaan limbah domestik yang tepat mampu memberikan dampak ekonomi instan bagi ketahanan pangan keluarga.

Gebrakan Ekonomi Sirkular di Pantai Merpati


Aksi ini dijadwalkan menghentak ruang publik menyusul rangkaian kegiatan konservasi hulu yang telah dimulai sejak Kamis di bantaran Sungai Bilanrea dan Lapangan Borong Rappoa, Kecamatan Kindang. Pesisir Pantai Merpati yang kini menjadi salah satu ikon pusat keramaian warga dipilih sebagai episentrum gerakan guna menjaring partisipasi massa secara maksimal.

Suasana optimisme ini tergambar jelas dari rancangan taktis institusi pengelola lingkungan daerah. Pemerintah tidak lagi menggunakan pendekatan imbauan kaku atau sekadar ancaman sanksi, melainkan insentif ekonomi riil yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar dapur masyarakat.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman pohon. Pekan depan, Dinas Lingkungan Hidup akan melaksanakan aksi bersih sampah di sepanjang Pantai Merpati. Selain itu, kami juga bekerja sama dengan Bulog Bulukumba untuk menggelar program penukaran sampah dengan sembako,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bulukumba, Emil Yusri.

Melalui skema tukar sampah sembako ini, setiap kilogram sampah plastik atau jenis limbah anorganik tertentu yang dikumpulkan oleh warga akan dihargai dengan poin atau komoditas pangan pokok dari Bulog. Mekanisme ini diharapkan dapat menekan volume sampah yang terbuang bebas ke laut lepas, sekaligus menjadi jaring pengaman sosial ekonomi bagi masyarakat setempat.

Mengubah Limbah Menjadi Nilai Ekonomi


Masalah penanganan kebersihan di kawasan pesisir memang membutuhkan terobosan yang konsisten dan berkelanjutan. Berdasarkan peta jalan lingkungan daerah, program inovatif ini menjadi bukti empiris bagaimana birokrasi lokal menerjemahkan isu makro perubahan iklim ke dalam program taktis yang dipahami oleh semua lapisan warga.

Emil Yusri menegaskan bahwa edukasi terbaik adalah memberikan bukti dan manfaat langsung. Kampanye lingkungan sering kali menemui jalan buntu karena dianggap menjauh dari realitas ekonomi masyarakat kecil yang sehari-hari harus berjuang memenuhi kebutuhan pokok.

“Kami ingin mengkampanyekan bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi memiliki nilai ekonomi jika dikelola secara tepat,” ungkap Emil di sela-sela agenda penanaman pohon produktif di Kindang, Jumat, 5 Juni 2026.

Dengan keterlibatan aktif Bulog Bulukumba, stabilitas pasokan bahan pokok untuk program tukar sampah sembako ini dipastikan terjamin. Sinergi lintas sektor ini memicu optimisme baru bahwa Pantai Merpati dapat bersih dari ancaman polusi plastik melalui partisipasi aktif warga yang digerakkan oleh insentif pangan.

Sinergi Hulu-Hilir dan Komitmen Iklim Bulukumba


Gerakan hilir di Pantai Merpati ini melengkapi kebijakan hulu yang terus digenjot oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf. Dalam pandangan bupati yang akrab disapa Andi Utta tersebut, keberhasilan mitigasi krisis iklim global harus ditopang oleh keseimbangan ekosistem hulu-hilir secara terintegrasi.

Sebelum aksi pesisir ini digelar, Pemkab Bulukumba bersama PT PLN (Persero) telah mengawali komitmennya dengan menanam pohon produktif di sekeliling Lapangan Borong Rappoa dan bantaran Sungai Bilanrea. Setiap tahunnya, DLH berkomitmen menanam sedikitnya 2.000 pohon untuk mengamankan fungsi konservasi tanah dan sumber daya air.

Langkah terpadu dari hulu di Kecamatan Kindang hingga hilir di Pantai Merpati menunjukkan keseriusan daerah berjuluk Bumi Panritalopi ini dalam merespons ancaman perubahan iklim yang mulai mengganggu stabilitas sektor pertanian komoditas lokal, seperti cengkeh.***

Topik terkait
Tukar sampah sembako Dinas Lingkungan Hidup Bulukumba Ekonomi Sirkular Bulukumba