Masalah Digitalisasi Bulukumba, Puluhan Website Desa Tak Terusur

Hasil evaluasi Diskominfo Bulukumba menunjukkan 54 persen website desa tidak aktif optimal. Ini kendala dan daftar desa dengan rapor merah.

Masalah Digitalisasi Bulukumba, Puluhan Website Desa Tak Terusur
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari, saat memberi sambutan di acara monitoring dan evaluasi (monev) website desa di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi(Foto: dok, Humas)
Bacakan Artikel

Selain kelima desa di atas, Kecamatan Ujungloe juga mendapat apresiasi khusus sebagai wilayah percontohan. Dari 12 desa yang ada di Ujungloe, 9 website desa berstatus aktif dan tidak ada satu pun website desa yang mati total.

Tiga Akar Masalah Utama di Lapangan

Tim evaluasi mengungkapkan bahwa masalah mandeknya digitalisasi desa bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut manajemen SDM di internal pemerintahan desa. Ada tiga kendala utama yang ditemukan:

Tingginya Pergantian Operator: Kebijakan pergantian perangkat atau operator desa yang terlalu sering membuat transfer keahlian pengelolaan komputasi dan web tidak berjalan berkesinambungan.

Keterbatasan Infrastruktur: Akses internet yang belum merata di beberapa wilayah pelosok Bulukumba.

Minimnya Kemampuan Jurnalistik: Keterbatasan aparatur desa dalam memproduksi berita, foto, dan mengelola konten digital yang menarik bagi publik.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: