Adhie Massardi: Jika Big Data tak Divonis 'Hoax' Bahaya Laten Penundaan Pemilu Akan Terus Ada
Adhie M Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) - Foto: Sindonews Jalurdua.com - Jakarta | Selama aparat kepolisian belum bersikap soal laporan dugaan hoax big data d...
JALURDUA Adhie M Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) - Foto: Sindonews
Jakarta | Selama aparat kepolisian belum bersikap soal laporan dugaan hoax big data dituntaskan, maka
Bahaya laten penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan Presiden Joko Widodo tidak akan hilang.
Pernyataan itu disampaikan oleh Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie M. Massardi menanggapi acara Rakernas V Relawan Pro Jokowi (Projo) yang dihadiri Presiden Jokowi di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngargogondo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu, 23/5/2022.
"Apa yang ter-counter dari acara Projo itu kan sudah sesuai seperti yang pernah saya sampaikan, bahwa penundaan pemilu dan perpanjangan periode merupakan bahaya laten," ujar Adhie, mengutip Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/5).
Karena yang menjadi persoalannya, menurut Adhie, klaim big data sebagai dasar kemunculan gagasan penundaan pemilu dan perpanjangan tiga periode masih dianggap "shahih".
- Kurdiansyah Anggoro Pantau Pesanan Pinisi Surya Paloh
- Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
- Kasus Wanprestasi, Legislator Hanura Mangkir Lagi
- Dugaan Pemerkosaan Tanjung Bira: Dua Versi Berseberangan
- Kasus Kosmetik Berbahaya: Mira Hayati Ajukan Angsuran Denda Rp1 Miliar
- Kurdiansyah Anggoro Pantau Pesanan Pinisi Surya Paloh
- Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia