BEI Pastikan Saham HSC Tak Lagi Masuk Hitungan IHSG

BEI Pastikan Saham HSC Tak Lagi Masuk Hitungan IHSG
Bacakan Artikel

JALURDUA -

EmitenTrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan saham-saham yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) telah dikeluarkan dari mesin perhitungan IHSG sejak penutupan perdagangan Jumat (30/10/2026). Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, jika masih ditemukan saham HSC dalam perhitungan indeks pada perdagangan Senin (2/11/2026), hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh sejumlah penyedia data (data vendor) yang belum memperbarui sistem mereka. "Seluruh saham HSC sudah dikeluarkan dari mesin perhitungan IHSG setelah pasar tutup Jumat. Mungkin hari ini ada beberapa data vendor yang masih belum menyesuaikan," ujar Jeffrey usai acara penandatanganan antara BEI dengan Surveyor Indonesia di gedung BEI pada Senin (2/11/2026). Dengan demikian, BEI menegaskan proses penyesuaian tersebut telah dilakukan di tingkat bursa. Adapun perbedaan data yang masih muncul pada sejumlah platform pemantau pasar kemungkinan berasal dari keterlambatan pembaruan data pihak ketiga. Terkait dinamika pergerakan pasar pada hari pertama penerapan kebijakan tersebut, Jeffrey menilai kenaikan maupun penurunan harga saham merupakan bagian dari mekanisme pasar yang berjalan secara normal. Menurutnya, kebijakan BEI hanya berkaitan dengan pengeluaran saham-saham HSC dari perhitungan indeks, sementara pergerakan harga saham tetap ditentukan oleh mekanisme perdagangan. Di sisi lain, Jeffrey juga menjelaskan pendekatan BEI dalam melakukan pemeriksaan terhadap laporan kepemilikan saham dan free float emiten. Mengingat terdapat 962 perusahaan yang harus diperiksa, bursa menerapkan metodologi pemeriksaan secara bertahap dengan menggunakan pendekatan prioritas dan random checking. Dia menyebutkan, perusahaan yang memiliki rekam jejak pelaporan baik serta kelompok perusahaan dengan tata kelola yang telah terbukti baik berpotensi mendapatkan prioritas pemeriksaan yang berbeda. Meski demikian, Jeffrey menegaskan pemeriksaan tersebut pada akhirnya akan menjangkau seluruh perusahaan. BEI saat ini tengah menyusun prioritas awal agar proses verifikasi dan pencocokan data dapat berjalan lebih efektif. "Pasti akan menjangkau semua. Pada akhirnya akan menjangkau semua. Tetapi di awal ini tentu akan ada prioritas," tegasnya.