Cara Unik Camat Bontotiro Cegah Siswa Telat di Hari Pertama Sekolah
Camat Bontotiro memberi "amplop motivasi" bagi siswa tercepat di SMPN 30 Bulukumba saat pembukaan MPLS. Langkah segar pacu disiplin anak.
Jalurdua.com BULUKUMBA - Karakter disiplin tidak dapat terbentuk secara instan, melainkan harus dipupuk melalui kebiasaan kecil seperti hadir tepat waktu sejak hari pertama sekolah. Pesan mendasar inilah yang ditekankan oleh Camat Bontotiro, Hj. Andi Endang Haryani Darwis, saat memimpin upacara bendera pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 30 Bulukumba, Senin pagi.
Untuk menyuntikkan semangat nyata, Andi Endang memberikan kejutan spontan berupa "amplop motivasi" kepada sejumlah siswa yang berhasil tiba paling awal di gerbang sekolah. Penghargaan langsung ini seketika memicu gemuruh tepuk tangan dari ratusan pelajar dan jajaran guru yang memadati lapangan upacara.
Langkah tak biasa ini diambil sebagai stimulus psikologis agar para siswa baru menginternalisasi budaya tepat waktu bukan sebagai beban, melainkan sebuah prestasi.
Strategi Insentif Positif dan Pesan Bebas Perpeloncoan
Apresiasi berupa materi penunjang tersebut bukan sekadar hadiah musiman. Pemerintah Kecamatan Bontotiro sengaja menggunakan pendekatan insentif positif guna mengubah paradigma disiplin yang selama ini identik dengan hukuman atau kekerasan fisik.
"Amplop ini jangan dilihat dari nilainya, tapi jadikan ini sebagai pengingat bahwa kerja keras dan kedisiplinan akan selalu membuahkan hasil manis," ujar Camat Bontotiro di sela-sela penyerahan hadiah.
Selain membagikan stimulus disiplin, Camat Bontotiro yang bertindak sebagai Pembina Upacara turut membacakan amanat seragam Bupati Bulukumba. Ada dua poin krusial yang digarisbawahi dalam pesan kepala daerah tersebut:
Lingkungan Inklusif: Sekolah wajib bertransformasi menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi perkembangan psikis anak.
Nir-Kekerasan: Pelaksanaan MPLS tahun ajaran baru ini harus bersih dari segala bentuk perpeloncoan, intimidasi, maupun senioritas negatif. Masa orientasi dirancang sepenuhnya untuk adaptasi positif dan pemetaan potensi diri siswa baru.
Target MPLS SMPN 30 Bontotiro Tahun Ajaran Baru
Setelah prosesi upacara selesai, Andi Endang secara simbolis membuka agenda MPLS SMPN 30 Bontotiro. Kehadiran langsung otoritas kecamatan di lapangan mendapat respons positif dari pihak manajemen sekolah yang menilai sinergi ini penting untuk mengawal kualitas pendidikan sejak hari pertama.
Melalui skema MPLS yang tertib dan edukatif, para siswa anyar diharapkan bisa beraklimatisasi dengan kultur akademik sekolah secara cepat. Modal kedisiplinan yang dicontohkan lewat aksi pagi hari tersebut diproyeksikan menjadi fondasi utama bagi siswa dalam mencetak prestasi akademis maupun non-akademis selama tiga tahun ke depan.***