Etika Jurnalistik Dipertanyakan, Pakar Soroti Framing Media

Dr Iqbal Sultan kritik media mainstream soal judul bombastis Rp2 miliar helikopter Sulsel. Tekankan pentingnya verifikasi dan edukasi publik.

Etika Jurnalistik Dipertanyakan, Pakar Soroti Framing Media
Foto: Pakar komunikasi publik dan media massa Dr Iqbal Sultan/sulselprov.go.id/Jalur dua/
Bacakan Artikel

Menurut Dr Iqbal, media mainstream memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar dibanding sekadar mengejar klik atau trafik.

Ia menegaskan bahwa media adalah pilar demokrasi yang berfungsi sebagai penyampai informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebaiknya media itu mencerdaskan khalayaknya. Harusnya mencerdaskan. Harus menyampaikan sesuatu dengan benar. Kebenaran itu berupa data dan fakta,” tegasnya.

Jurnalisme dan Tanggung Jawab Moral

Lebih jauh, Dr Iqbal mengibaratkan jurnalis sebagai perpanjangan tangan nilai-nilai kebaikan dalam masyarakat.

Ia menekankan bahwa kecepatan bukan alasan untuk mengabaikan akurasi.

“Oleh karena itu jurnalis bisa dikatakan perpanjangan tangan Nabi untuk kepentingan umum. Sesuatu masih dianggap butuh klarifikasi, jurnalistik itu tidak perlu tergopoh-gopoh karena mengejar update,” ungkapnya.

Dalam praktiknya, tekanan algoritma digital memang mendorong media untuk menjadi yang tercepat. Namun, menurutnya, kecepatan tanpa verifikasi justru berpotensi merugikan banyak pihak.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: