Etika Jurnalistik Dipertanyakan, Pakar Soroti Framing Media
Dr Iqbal Sultan kritik media mainstream soal judul bombastis Rp2 miliar helikopter Sulsel. Tekankan pentingnya verifikasi dan edukasi publik.
Menurut Dr Iqbal, media mainstream memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar dibanding sekadar mengejar klik atau trafik.
Ia menegaskan bahwa media adalah pilar demokrasi yang berfungsi sebagai penyampai informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sebaiknya media itu mencerdaskan khalayaknya. Harusnya mencerdaskan. Harus menyampaikan sesuatu dengan benar. Kebenaran itu berupa data dan fakta,” tegasnya.
Jurnalisme dan Tanggung Jawab Moral
Lebih jauh, Dr Iqbal mengibaratkan jurnalis sebagai perpanjangan tangan nilai-nilai kebaikan dalam masyarakat.
Ia menekankan bahwa kecepatan bukan alasan untuk mengabaikan akurasi.
“Oleh karena itu jurnalis bisa dikatakan perpanjangan tangan Nabi untuk kepentingan umum. Sesuatu masih dianggap butuh klarifikasi, jurnalistik itu tidak perlu tergopoh-gopoh karena mengejar update,” ungkapnya.
Dalam praktiknya, tekanan algoritma digital memang mendorong media untuk menjadi yang tercepat. Namun, menurutnya, kecepatan tanpa verifikasi justru berpotensi merugikan banyak pihak.
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui