News and Education Versi penuh
Internasional

Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid

Dubes RI Kartina Sjahrir tegaskan peran JAPINDA dalam memperkuat hubungan diplomatik Indonesia-Jepang jelang 70 tahun kemitraan strategis di resepsi Tokyo 2026.

Oleh Uno 16 Apr 2026 12:41 3 menit baca

TOKYO – Di sebuah ruangan yang dipenuhi lebih dari 200 petinggi korporasi Negeri Sakura, Duta Besar RI untuk Jepang, Nurmala Kartina Sjahrir, berdiri tegak menyuarakan optimisme. Di tengah suasana resepsi yang hangat namun formal di Tokyo, Kamis (9/4/2026), Kartina menegaskan bahwa hubungan diplomatik Indonesia-Jepang bukan sekadar urusan angka perdagangan, melainkan sebuah ikatan yang dibangun di atas fondasi rasa saling percaya yang telah teruji waktu.

“Indonesia sangat menghargai kerja sama jangka panjang dengan Jepang yang secara konsisten dibangun di atas rasa saling percaya, rasa hormat, dan kemakmuran bersama,” ujar Dubes Kartina di hadapan anggota Japan-Indonesia Association (JAPINDA). Pernyataan ini menjadi pembuka yang kuat, menandai babak baru kemitraan kedua negara yang kini tengah bersiap menyambut tujuh dekade persahabatan pada 2028 mendatang.

JAPINDA sebagai Jembatan Strategis Sektor Swasta
Dalam dinamika ekonomi global yang kian kompleks, peran lembaga seperti JAPINDA menjadi sangat krusial. Dubes Kartina menyoroti bahwa asosiasi ini bukan sekadar wadah berkumpulnya para pengusaha, melainkan jembatan strategis yang menghubungkan kepentingan sektor swasta dengan kebijakan pemerintah. JAPINDA dianggap sukses memfasilitasi dialog kebijakan yang selama ini sering kali menemui jalan terjal jika dilakukan secara birokratis.

“JAPINDA memainkan peran strategis tidak hanya sebagai jembatan kerja sama dalam membina kemitraan bisnis, tetapi juga penghubung antara sektor swasta dan pemerintah,” tegas Kartina. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Toshiaki Kitamura, Kojiro Shiojiri, hingga anggota parlemen Jepang Tatsuo Fukuda dan Arata Takebe dalam acara tersebut menunjukkan betapa strategisnya posisi Indonesia di mata pengambil kebijakan Jepang.

Kolaborasi ini tidak lagi hanya berkutat pada sektor manufaktur tradisional. Ada pergeseran narasi yang lebih humanis dan berorientasi masa depan. Fokus utama kini mulai merambah pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), sebuah sektor yang menjadi tulang punggung bagi visi Indonesia Emas dan solusi bagi tantangan demografi Jepang.

Menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang pada tahun 2028, harapan besar digantungkan pada konektivitas yang lebih dalam. Dubes Kartina, yang didampingi oleh tim diplomatik KBRI Tokyo termasuk Koordinator Fungsi Politik Titik Hamzah, menekankan bahwa peningkatan keterampilan dan kemitraan ketenagakerjaan adalah kunci utama.

“Kami berharap dapat meningkatkan kerja sama tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk kemitraan ketenagakerjaan dan peningkatan keterampilan,” ungkap Dubes Kartina. 

Hal ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk mencetak tenaga kerja terampil yang mampu bersaing di pasar global, sekaligus mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang yang semakin tinggi.

Optimisme serupa datang dari Vice President of JAPINDA, Toshiaki Kitamura. Ia meyakini bahwa melalui wadah JAPINDA, kerja sama yang erat dan bermakna bagi kedua negara akan terus tumbuh. Semangat ini merupakan kelanjutan dari momentum kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto pada akhir Maret lalu, yang bertemu langsung dengan Kaisar Naruhito dan Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Simbol Persahabatan di Era Pemerintahan Baru


Kunjungan Presiden Prabowo tersebut bukan sekadar seremoni. Dubes Kartina memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi aktif JAPINDA dalam forum bisnis yang digelar 30 Maret 2026 silam. Pertemuan dengan PM Sanae Takaichi, menurut Kartina, menjadi penegas komitmen bersama untuk memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif antara Jakarta dan Tokyo.

Relasi ini ibarat sebuah pohon besar; akarnya adalah sejarah panjang masa lalu, sementara dahan dan buahnya adalah inovasi teknologi serta pertukaran budaya masa kini. Dengan keterlibatan aktif sektor swasta dan dukungan penuh dari KBRI Tokyo, masa depan hubungan Indonesia-Jepang diprediksi akan semakin inklusif.


Ekonomi dan politik kedua negara di tahun 2026 ini menunjukkan tren positif. Meski tantangan geopolitik kawasan tetap membayangi, komitmen yang disuarakan di Tokyo pekan ini menjadi sinyal bahwa Indonesia dan Jepang siap melangkah bersama sebagai mitra sejajar yang saling menguatkan di panggung dunia.**

Topik terkait
Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang JAPINDA Kartina Sjahrir Investasi Jepang KBRI Tokyo