Karang Taruna Bina Bangsa Anrang Helat Diskusi untuk Entrepreneur Muda, Ngobrol Literasipreneurship 4.0

, Bulukumba - Puluhan anak muda yang terdiri dari pegiat literasi dan entrepreneur muda maupun kombinasi dari keduanya memanfaatkan malam minggunya dengan diskusi. Mereka memadati Kedai K...

Karang Taruna Bina Bangsa Anrang Helat Diskusi untuk Entrepreneur Muda, Ngobrol Literasipreneurship 4.0
Bacakan Artikel
Alfian Nawawi

Alfian Nawawi, S.I.Kom., seorang eks penyiar radio di Bulukumba yang pernah juga "tersesat" jadi pelukis surealis dan kartunis. Belakangan kadang jadi peneliti dan pemateri budaya, sastra, dan jurnalistik. Esais dan kolumnis di sejumlah media. Cerpenis, penyair, penulis buku, editor, dan penggembira gerakan literasi ini juga tergolong pencandu kopi kelas menengah.

Jalurdua.com , Bulukumba - Puluhan anak muda yang terdiri dari pegiat literasi dan entrepreneur muda maupun kombinasi dari keduanya memanfaatkan malam minggunya dengan diskusi. Mereka memadati Kedai Kopi Litera di Sabtu malam 14 November ba'da Isya. Mereka berkumpul membincang seputar literasi digital sebagai keniscayaan di era industri 4.0.

Literasi digital menjadi perangkat utama sekaligus kecakapan yang harus dimiliki oleh kaum milenial khususnya entrepreneur muda. Hal itu diungkapkan Akbar Alimuddin, S.Pd., M.Pd yang didapuk sebagai pemateri dalam diskusi bertajuk "Ngobrol Literasipreneurship 4.0 (Ngopi 4.0)" di Kedai Kopi Litera, Kelurahan Palampang, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba.

Karang Taruna Bina Bangsa Desa Anrang sebagai organizer diskusi sukses menghelat kegiatan ini bekerjasama dengan sponsor Apotek Syafieq, Kopi Anrang, Dihyah PROject, TBM Rumah Nalar, dan Kedai Kopi Litera. Media partner yakni BulukumbaToday.Com, BeritaBulukumba.Com, dan RCA102,5 FM Bulukumba. Juga didukung sepenuhnya oleh Kepala Desa Anrang, bahtiar, S.Sos. Diskusi disiarkan langsung melalui live streaming fanspage facebook Kedai Kopi Litera selama dua jam.

Akbar Alimuddin adalah salah satu entrepreneur muda yang berasal dari Desa Bajiminasa, Kecamatan Rilau Ale. Ia sukses mengembangkan usahanya, Kedai Madu di Makassar. Dengan omzet "wah" perbulan kini Kedai Madu memiliki cabang di beberapadaerah. Akbar memanfaaatkan kecakapan literasinya dalam mengembangkan usahanya. Ia berpromosi, menjalankan marketing online, dan menyerap konsumen melalui beberapa situs web dan platform digital dunia maya. Di samping tetap menerapkan sistem offline dan jaringan konvensional.

"Literasi bukan hanya kecakapan membaca dan menulis, nalar, dan ilmu pengetahuan. Literasi juga mencakup kemampuan literasi digital dan literasi informasi. Website milik UMKM misalnya bisa menjadi salah satu ujung tombak dari promosi danmarketing. Tentunya dengan berbagai trik jitu sesuai ilmu pengelolaaan website yang benar," urainya.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2