Pelatihan Membatik Shibori Makassar Siasati Kurang Stok Kain

Kendala stok kain justru bawa berkah. Siswa SRMP 23 ikuti pelatihan membatik Shibori Makassar secara langsung untuk tuntaskan pesanan sarung pantai.

Pelatihan Membatik Shibori Makassar Siasati Kurang Stok Kain
Foto: Sebanyak 130 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar terjun langsung mengikuti pelatihan membatik Shibori Makassar/JalurDua/
Bacakan Artikel

Jalurdua.com MAKASSAR – Sebuah kendala logistik tak terduga justru berubah menjadi ruang kelas yang penuh inspirasi. Sebanyak 130 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar awalnya hanya dijadwalkan untuk menerima kain batik jadi. Namun, akibat keterbatasan stok kain yang tersedia di perajin, para siswa justru terjun langsung mengikuti pelatihan membatik Shibori Makassar demi menyelesaikan sisa pesanan mereka sendiri.

Peristiwa unik ini bermula saat pihak sekolah memesan batik sarung pantai untuk seluruh siswa kepada Rumah Membatik Bunga Mawar, sebuah UMKM binaan Dekranasda Kabupaten Bulukumba. Dari total pesanan, sang perajin rupanya hanya mampu menyediakan 100 lembar kain siap pakai. Menghadapi situasi tersebut, sebuah ide kreatif lahir: sisa 30 lembar sarung pantai kekurangan dituntaskan langsung oleh tangan-tangan para siswa melalui lembaran kain putih yang mereka olah sendiri.

Langkah solutif ini diwujudkan dalam sebuah lokakarya intensif yang digelar di lingkungan SRMP 23 Makassar, kawasan Salodong, Kecamatan Untia, Kota Makassar, pada Jumat, 5 Juni 2026. Alih-alih kecewa karena pesanan yang tidak lengkap, suasana sekolah justru berubah semarak. Ruang pertemuan dipenuhi aroma lilin malam dan binar antusiasme dari anak-anak yang bersiap memegang canting serta melipat kain.

Mengubah Keterbatasan Menjadi Pengalaman Berharga

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: