Pencurian di Bulukumba, Gembok Toko Rusak dan 6 HP Raib
Polsek Ujung Bulu ungkap kasus pencurian di Bulukumba. Pemuda asal Merauke bobol gembok toko seluler demi bisa main game, ancaman 7 tahun penjara.
Jalurdua.com BULUKUMBA โ Pagi buta di Jalan D.I. Panjaitan, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, mendadak gempar. Sebuah toko seluler milik MR (30), seorang ibu rumah tangga, menjadi sasaran aksi kejahatan kriminalitas lokal. Kasus pencurian di Bulukumba ini terkuak setelah Unit Reskrim Polsek Ujung Bulu bersama Tim Unit Reaksi Cepat (URC) meringkus KM alias TL (20), seorang pemuda asal Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, yang kedapatan menggasak enam unit telepon genggam (handphone) pada Senin, 18 Mei 2026, sekitar pukul 04.10 Wita.
Penangkapan pemuda yang kini berdomisili di Jalan M. Noor, Kelurahan Loka tersebut berjalan kilat. Kurang dari empat jam setelah korban melayangkan laporan resmi pada siang harinya, polisi langsung bergerak mengepung persembunyian pelaku. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan tiga unit gawai pintar berbagai merek sebagai barang bukti awal kejahatan.
Jejak Kerusakan Gembok dan Rekaman Kamera Pengawas
Aksi pembobolan ini pertama kali disadari oleh seorang pegawai toko seluler yang datang untuk membuka gerai pada pukul 09.00 Wita. Langkah kakinya terhenti saat melihat dua buah gembok besi penutup pintu utama toko sudah dalam kondisi hancur terpotong. Menyadari ada yang tidak beres, sang pegawai segera menghubungi MR untuk memeriksa kondisi bagian dalam ruangan.
Firasat buruk itu menjadi kenyataan. Pemilik toko mendapati etalase penyimpanannya telah acak-acakan. Setelah dihitung secara saksama, sebanyak 6 unit telepon genggam raib dari tempatnya. Korban yang panik kemudian langsung memutar rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sudut ruangan toko.
- Ranking FIFA Indonesia Naik 4 Tingkat Usai Sikat Oman
- Saran buat Pogba, Tinggalkan Tanah Eropa
- Masuk Nominasi PFA Player of The Year, Fernandes Bisa Menang Award Lagi?
- Lamine Yamal Pemain Terbaik LaLiga 2025/26
- Ketika Para Pelari Makin Dimanjakan Teknologi
