Pendapatan PTPW Kuartal III Turun 11,1%,Laba Ikut Merosot

Pendapatan PTPW Kuartal III Turun 11,1%,Laba  Ikut Merosot
Bacakan Artikel

JALURDUA -

EmitenTrust.com - PT Pratama Widya Tbk (PTPW) membukukan laba bersih sebesar Rp38,54 miliar hingga kuartal III-2026. Angka tersebut turun 7,99% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp41,89 miliar. Penurunan laba ini terjadi seiring melemahnya pendapatan perseroan sebesar 11,13% menjadi Rp225,46 miliar. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, pendapatan PTPW tercatat sebesar Rp225,46 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp253,70 miliar pada periode Januari-September 2025. Sejalan dengan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan juga berhasil ditekan 15,94% menjadi Rp131,53 miliar dari sebelumnya Rp156,48 miliar. Meski beban pokok pendapatan mengalami penurunan, laba bruto perseroan tetap terkoreksi 3,40% menjadi Rp93,92 miliar dibandingkan Rp97,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi beban operasional, beban umum dan administrasi tercatat meningkat 2,62% menjadi Rp54,32 miliar dari Rp52,94 miliar. Sementara itu, beban keuangan justru berhasil ditekan 28,51% menjadi Rp2,64 miliar dibandingkan Rp3,70 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Perseroan juga membukukan penghasilan lain-lain neto sebesar Rp2,01 miliar, meningkat 5,07% dibandingkan Rp1,91 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak penghasilan PTPW tercatat sebesar Rp38,97 miliar, turun 8,32% dibandingkan Rp42,51 miliar pada tahun sebelumnya. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp429,21 juta, laba bersih periode berjalan perseroan mencapai Rp38,54 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp41,89 miliar pada periode Januari-September 2025. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp38,70 miliar, turun 5,74% dibandingkan Rp41,06 miliar. Sementara itu, kepentingan nonpengendali mencatatkan rugi sebesar Rp158,97 juta, berbalik dari laba Rp830,73 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham dasar PTPW juga mengalami penurunan menjadi Rp44,07 dari sebelumnya Rp46,75. Dari sisi neraca, total aset PTPW mencapai Rp785,47 miliar per 30 September 2026. Jumlah tersebut meningkat 6,65% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp736,47 miliar. Aset lancar tercatat sebesar Rp472,86 miliar, meningkat 8,41% dibandingkan Rp436,17 miliar pada akhir tahun lalu. Kenaikan aset lancar antara lain ditopang piutang usaha yang meningkat 26,74% menjadi Rp180,96 miliar dari Rp142,78 miliar. Sementara itu, tagihan bruto kepada pemberi kerja turun menjadi Rp75,76 miliar dari Rp89,33 miliar. Kas dan setara kas perseroan juga mengalami peningkatan tipis 2,01% menjadi Rp107,14 miliar dibandingkan Rp105,03 miliar pada akhir 2025. Adapun aset tidak lancar tercatat sebesar Rp312,61 miliar, naik 4,10% dibandingkan Rp300,30 miliar. Salah satu komponennya adalah aset tetap yang meningkat menjadi Rp301,13 miliar dari Rp291,18 miliar. Dari sisi liabilitas, total kewajiban perseroan meningkat 7,15% menjadi Rp82,48 miliar dari Rp76,98 miliar pada akhir Desember 2025. Sementara itu, total ekuitas meningkat 6,60% menjadi Rp702,99 miliar dibandingkan Rp659,48 miliar pada akhir tahun lalu.