Platform Digital vs Jurnalisme Berkualitas: Langkah Strategis Kemhan dan KTP2JB

Kemhan dan KTP2JB bahas peran platform digital dalam menjaga jurnalisme berkualitas dan kepentingan nasional Indonesia.

Platform Digital vs Jurnalisme Berkualitas: Langkah Strategis Kemhan dan KTP2JB
Terima KTP2JB, Wamenhan Tekankan Peran Penting Platform Digital dalam Membangun Perspektif Pertahanan dan Keamanan Nasional/kemenhan.go.id/JalurDua/
Bacakan Artikel

Pertemuan di Kantor Kemhan kemarin menjadi pengingat bahwa Indonesia sedang membangun ekosistem informasi yang lebih adil. Bukan dengan cara menekan platform, melainkan dengan mengajak mereka menjalankan kewajiban yang sudah diamanatkan negara. Ketika Wamenhan berjanji akan meneruskan masukan ini ke Menteri Pertahanan, ia sedang menanam benih kebijakan yang lebih terintegrasi—kebijakan yang menghormati kerja keras jurnalis sekaligus melindungi kepentingan nasional dari ancaman informasi asimetris.

Sebuah Langkah Kecil yang Berarti Besar

Saat pertemuan usai dan para tamu berpamitan, suasana ruangan terasa lebih ringan. Bukan karena masalah sudah selesai, melainkan karena harapan baru telah dinyalakan. Di luar sana, ribuan jurnalis masih berjuang setiap hari. Di kantor redaksi kecil, di lapangan berita yang panas, mereka terus menulis meski algoritma sering kali mengabaikan mereka. Pertemuan ini memberi mereka suara yang lebih kuat—suara yang kini didengar langsung oleh Kementerian Pertahanan.

Wamenhan Donny Ermawan Taufanto telah menunjukkan kepemimpinan yang manusiawi: mendengar, memahami, dan bertindak. Bagi Indonesia yang sedang bertransformasi digital, ini adalah cerita tentang bagaimana dua dunia yang selama ini terpisah—pertahanan dan jurnalisme—kini mulai berjalan beriringan. Bukan untuk saling mengawasi, melainkan untuk saling menguatkan.

Karena pada akhirnya, jurnalisme berkualitas bukan hanya hak pers. Ia adalah hak setiap warga negara untuk mengetahui kebenaran. Dan di era di mana platform digital menguasai gerbang informasi, pertemuan seperti ini menjadi bukti bahwa negara masih peduli—sangat peduli—pada masa depan cerita-cerita yang layak dibaca oleh generasi mendatang.**

Pilih Halaman: