News and Education Versi penuh
Daerah

PMI Bulukumba Uji Konsistensi Stok Darah Lewat Program Jumat

PMI Bulukumba resmi meluncurkan program donor darah rutin tiap Jumat di dua masjid besar demi menjaga stabilitas stok darah di UTD RSUD Bulukumba.

Oleh Uno 14 Jun 2026 20:03 4 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA — Upaya memutus ketergantungan pada donor darah insidental yang kerap memicu ketidakpastian pasokan kini memasuki babak baru. Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulukumba resmi meluncurkan program donor darah rutin pekanan yang dipusatkan di tempat ibadah. Langkah ini menjadi strategi anyar untuk menggeser paradigma masyarakat dari donor yang bersifat darurat menjadi sebuah kerelaan yang berkelanjutan.

Aksi perdana yang berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026, di Masjid Islamic Center Dato Tiro (ICDT) Bulukumba, menandai dimulainya komitmen jangka panjang ini. Tidak seperti aksi donor darah pada umumnya yang digelar hanya saat memperingati hari besar atau momen seremonial tertentu, program baru pengurus PMI Kabupaten Bulukumba ini akan bergulir konsisten setiap hari Jumat.

Suasana khusyuk ibadah Jumat berpadu dengan denyut kemanusiaan. Di salah satu sudut area Masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba, para pengurus PMI sibuk mempersiapkan ranjang donor, kantong darah, dan peralatan medis. Jamaah yang baru saja menunaikan salat Jumat tampak mulai mendekati meja pendaftaran. Beberapa di antaranya masih mengenakan sarung dan baju koko, menunjukkan bagaimana aksi kemanusiaan ini melebur langsung dengan aktivitas harian warga.

Langkah jemput bola ini sengaja mengambil momentum hari baik. Selain di Masjid Islamic Center Dato Tiro Bulukumba, pelaksanaan donor darah rutin ini ke depan juga akan dipusatkan di Masjid Agung Bulukumba. Dua lokasi ikonik ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan karena perannya sebagai titik kumpul massa terbesar di setiap akhir pekan.

Memutus Rantai Ketergantungan Donor Darah Darurat

Selama ini, pemenuhan kebutuhan darah di berbagai daerah sering kali menghadapi pola fluktuatif. Ketika ada keluarga pasien yang membutuhkan transfusi secara mendadak, barulah kepanikan mencari pendonor terjadi di media sosial atau grup percakapan instan. Pola reaktif seperti inilah yang ingin diubah oleh PMI melalui program donor darah rutin Bulukumba.

Kepala Markas PMI Kabupaten Bulukumba, Andi Azisul Haq, menegaskan bahwa konsistensi mingguan adalah kunci utama keberhasilan pelayanan kesehatan. Program donor darah rutin setiap pekan ini merupakan salah satu langkah strategis untuk memastikan ketersediaan stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Kabupaten Bulukumba tetap aman dan mencukupi kebutuhan pasien secara berkesinambungan.

“Ini merupakan program perdana yang dilaksanakan oleh pengurus PMI Bulukumba sebagai kegiatan donor darah rutin setiap pekan. Kami berharap program ini mendapat dukungan dari masyarakat sehingga kebutuhan darah di Bulukumba terus terpenuhi,” ujar Andi Azisul Haq saat memantau jalannya aksi perdana tersebut.

Edukasi Kemanusiaan di Serambi Masjid

Mengubah perilaku masyarakat dari pendonor pengganti (baru mendonor saat ada kerabat yang butuh) menjadi pendonor sukarela bukanlah perkara mudah. Tantangan terbesar terletak pada konsistensi. Oleh karena itu, pemilihan masjid sebagai lokasi pusat kegiatan menjadi instrumen edukasi yang dinilai sangat efektif.

Selain membantu menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi, kegiatan rutin ini sekaligus menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat. PMI ingin menanamkan pemahaman baru bahwa pentingnya donor darah tidak sekadar menyelamatkan nyawa di ruang operasi, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial dan manifestasi nyata dari nilai kemanusiaan.

Pengintegrasian agenda ini dengan aktivitas keagamaan di hari Jumat diharapkan mampu mengikis rasa takut atau enggan yang sering kali menggelayuti para pendonor pemula. Di serambi masjid, edukasi mengalir lebih natural, dari mulut ke mulut, di antara obrolan hangat warga pascasalat.

Tantangan Menjaga Keberlanjutan Logistik Medis

Sebagai sebuah program baru yang ambisius, ujian sesungguhnya bagi PMI Bulukumba adalah mempertahankan ritme ini agar tidak mengendur di tengah jalan. Keberlanjutan pasokan darah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat secara reguler, mengingat komponen darah memiliki masa kedaluwarsa yang ketat setelah didonorkan.

Pihak PMI Bulukumba sendiri menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Panitia Masjid Islamic Center Dato Tiro serta seluruh pendonor yang telah menyumbangkan darahnya dalam kegiatan perdana ini. Ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang melibatkan lebih banyak lapisan masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga berbagai elemen komunitas lainnya di Bulukumba.

Dengan adanya skema donor darah rutin setiap Jumat, PMI Bulukumba mengaku optimistis kebutuhan darah di Kabupaten Bulukumba dapat terpenuhi dengan jauh lebih baik. Jika pasokan di UTD RSUD Kabupaten Bulukumba stabil, maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya tindakan medis darurat dan operasi, dapat terus berjalan secara optimal tanpa hambatan logistik darah.

Menuju Kabupaten Mandiri Donor Darah

Melalui inisiasi program mingguan ini, Bulukumba sedang membangun fondasi menuju daerah yang mandiri dalam pemenuhan logistik medis kemanusiaan. Keberhasilan program donor darah rutin Bulukumba tidak akan diukur dari seberapa meriah peluncuran perdananya, melainkan dari seberapa konsisten kantong-kantong darah itu terisi di setiap hari Jumat pada bulan-bulan dan tahun-tahun mendatang.

Jika pola jemput bola di rumah ibadah ini berhasil dipertahankan, model pendekatan sosiologis-keagamaan yang diterapkan PMI Bulukumba bisa menjadi percontohan bagi daerah lain di Sulawesi Selatan dalam mengatasi persoalan klasik kelangkaan stok darah.***

Topik terkait
PMI Bulukumba Donor Darah Bulukumba Donor Darah Rutin Bulukumba