SBMA Catat Free Float 21,99%, Effendi sebagai Pemilik Manfaat Akhir
JALURDUA -
EmitenTrust.com - PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) mencatatkan porsi saham publik atau free float sebesar 21,99% dari total saham beredar per akhir Oktober 2026. Sementara itu, Effendi tercatat sebagai pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) perseroan dengan kepemilikan tidak langsung sebesar 40% melalui PT Surya Biru Titilea Investama. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah saham free float SBMA mencapai 204.471.582 saham dari total saham tercatat sebanyak 929.926.282 saham. Persentase free float tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi akhir September 2026, yakni sebesar 21,99% dengan jumlah saham yang sama. Dari sisi struktur kepemilikan, PT Surya Biru Titilea tercatat sebagai pemegang saham pengendali terbesar SBMA dengan kepemilikan sebanyak 585 juta saham atau setara 62,91%. Jumlah tersebut tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, Tiffany Wei tercatat memiliki sebanyak 65 juta saham atau setara 6,99%. Sementara Verawati menggenggam 46,76 juta saham atau setara 5,03% dari total saham perseroan. Dalam laporan tersebut, Effendi yang juga menjabat sebagai Komisaris SBMA tercatat sebagai pemilik manfaat akhir atau pengendali tingkat individu perseroan. Kepemilikan tersebut dilakukan secara tidak langsung melalui PT Surya Biru Titilea Investama dengan porsi kepemilikan sebesar 40%. Adapun dari jajaran manajemen, Direktur Rini Dwiyanti tercatat memiliki 25,79 juta saham atau setara 2,77%. Sementara Komisaris Effendi memiliki 2,9 juta saham atau setara 0,31% secara langsung di perseroan. Dari sisi jumlah investor, SBMA justru mencatatkan peningkatan jumlah pemegang saham yang cukup signifikan. Hingga akhir Oktober 2026, jumlah pemegang saham nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) mencapai 4.489 investor, bertambah 813 investor dibandingkan posisi akhir September 2026 sebanyak 3.676 investor. Perseroan juga melaporkan tidak memiliki saham treasuri hingga akhir Oktober 2026. Dengan demikian, struktur kepemilikan saham SBMA relatif tidak mengalami perubahan, sementara jumlah investornya mengalami peningkatan.