Bahaya Spot Foto Tebing, Nyawa Siswi Melayang di Apparalang

Kasus korban tenggelam Pantai Apparalang diselidiki polisi. Tragedi siswi jatuh dari tebing picu urgensi standardisasi wisata pantai aman Bulukumba.

Bahaya Spot Foto Tebing, Nyawa Siswi Melayang di Apparalang
Foto: Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Andi Imran Hamid/JalurDua/
Bacakan Artikel


Penyelidikan hukum atas kasus korban tenggelam Pantai Apparalang ini harus menjadi momentum titik balik bagi industri pariwisata di Sulawesi Selatan. Pemerintah daerah bersama Dinas Pariwisata tidak boleh lagi menoleransi pengoperasian wahana atau spot swafoto yang mengabaikan aspek mitigasi bencana.

Standardisasi berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) wajib diterapkan secara kaku, bukan sekadar pemanis dokumen regulasi. Setiap spot foto di area berisiko tinggi harus memiliki batas beban maksimal penampung orang, dilapisi material antiselip, dan dilengkapi pelampung darurat di sekitarnya.

Lebih jauh, kesadaran dari para pelancong juga memegang peranan krusial. Keinginan berburu konten estetis di media sosial tidak boleh melumpuhkan akal sehat dan kewaspadaan terhadap keselamatan diri sendiri.

Menutup keterangannya, Polres Bulukumba mengimbau dengan keras kepada seluruh masyarakat yang berkunjung ke objek wisata alam. Terutama kawasan pantai, tebing, dan spot foto berisiko tinggi, agar senantiasa mengutamakan keselamatan, mematuhi aturan tertulis, dan membaca kondisi alam sekitar dengan cermat guna mencegah terulangnya petaka serupa di masa depan.***

Pilih Halaman: