News and Education Versi penuh
EBis

IHSG Berbalik Ambruk, Tinggalkan Level 5.000 di Sesi I

Oleh Redaksi 03 Nov 2026 12:40 2 menit baca

JALURDUA -

EmitenTrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah setelah sempat dibuka menguat pada perdagangan sesi I, Selasa (3/11/2026). IHSG anjlok 2,62% atau terkoreksi 133 poin ke level 4.963,06, sekaligus meninggalkan level psikologis 5.000. Tekanan terjadi di seluruh indeks sektoral. IDX Sektor Barang Baku mencatat pelemahan terdalam sebesar 3,97%, diikuti sektor Perindustrian yang turun 3,81% dan sektor Energi terkoreksi 3,51%. Selanjutnya, IDX Sektor Infrastruktur melemah 3,08%, sektor Barang Konsumer Non-Primer turun 2,41%, serta sektor Properti terkoreksi 2,38%. Tekanan juga terjadi pada sektor Transportasi yang melemah 2,23%, Kesehatan turun 1,68%, Keuangan terkoreksi 1,61%, Barang Konsumer Primer melemah 1,50%, dan Teknologi turun 0,81%. Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga sesi I mencatatkan volume sebanyak 14,82 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp5,57 triliun. Sebanyak 542 saham melemah, sementara hanya 94 saham menguat dan 79 saham bergerak stagnan.Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan harga. BSWD naik Rp1.475 menjadi Rp9.550 per saham, BLTZ menguat Rp500 ke Rp3.380, dan MBAP bertambah Rp210 menjadi Rp1.770 per saham. Sebaliknya, ADES mengalami penurunan harga terbesar dengan koreksi Rp1.250 menjadi Rp30.250 per saham. Disusul MKPI yang turun Rp1.050 ke Rp17.325 dan SINI melemah Rp600 menjadi Rp8.000 per saham. Dari sisi frekuensi transaksi, BBRI menjadi saham paling aktif diperdagangkan sebanyak 29.955 kali dengan nilai transaksi Rp377 miliar. Berikutnya BUMI mencatatkan 26.427 kali transaksi senilai Rp303 miliar, sedangkan BBCA diperdagangkan sebanyak 22.878 kali dengan nilai Rp522 miliar. Pada jajaran saham LQ45, DEWA menjadi salah satu saham dengan pelemahan terdalam setelah turun 6,72% ke Rp222 per saham. Disusul BRPT yang terkoreksi 6,70% ke Rp1.045 dan WIFI melemah 6,52% ke Rp860 per saham. Sementara itu, GOTO memimpin penguatan saham LQ45 dengan kenaikan 4,17% ke Rp25 per saham. MAPI menguat 3,72% ke Rp1.255 dan KLBF naik 1,39% ke Rp730 per saham.