Ini Dua Tokoh Dibalik Temuan Sejumlah Vaksin di Indonesia
, Jakarta: Saat memerangi penyebaran Covid-19, pemerintah Indonesia terus berupaya memproduksi vaksin secara mandiri. Namun, hal yang tidak boleh dikesampingkan adalah jasa para pahlawan...
Kedekatan lokasi Unpad dan PT Bio Farma (Persero) juga membuat keilmuan Kusnandi banyak digunakan dalam persiapan produksi beragam vaksin, bahkan hampir semua vaksin yang dikembangkan Bio Farma melibatkan Kusnandi.
"Saya mendapat kepercayaan untuk melaksanakan hampir semua imunisasi. Jadi mulai dari imunisasi DPT, Hepatitis B, uji klinis fase I-II, kemudian Pentabio, kemudian bersama Prof. Sri saya meneliti vaksin Dengue, kemudian vaksin Pneumococcus," tutur Kusnandi.
Sampai kini, Kusnandi Rusmil telah melakukan 26 uji klinis vaksin, termasuk uji klinis fase ketiga vaksin Covid-19 di Indonesia. “Sudah 1.620 subjek penelitian yang telah selesai divaksinasi. Tinggal kita ikuti perkembangannya. Sebelum divaksinasi, mereka diambil darahnya, kemudian satu bulan, tiga bulan dan enam bulan setelah disuntik diambil darahnya lagi untuk dilakukan evaluasi keamanan vaksin, kadar zat antibodi dan efikasinya. Sejauh ini tidak ada efek samping yang berbahaya yang dialami relawan," paparnya. (Budi)
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca