Mencetak Generasi Bangsa Dimulai Dari Memilih Pasangan
PAMULANG-Mencetak generasi bangsa yang baik membutuhkan keseriusan bagi para orangtua. Mulai dari memilih pasangan, proses kehamilan hingga kelahiran sampai mendidik anak hingga besar. Tema pentin...
Pertama memiliki peran sosial yang baik yaitu selalu rendah hati, pandai berkomunikasi dan tidak mudah terprovokasi. Kedua rajin mengerjakan salat tahajud dengan mengorbankan sebagian jam tidurnya untuk menghadap Allah SWT. Ketiga mampu mengelola ekonomi. Para orangtua wajib mengelola ekonomi dengan benar. Keempat menjaga iman dan moral. Kelima paham hukum dan keenam peningkatan kapasitas intelektual.
Demikian disampaikan narasumber kedua dari Kantor Kemenag Kota Tangsel Dr Al Mahdi Albar tentang “Keluarga Berketahanan Sebagai Madrasah Pertama Bagi Generasi Berakhlakul Karimah”. Bahwa keluarga berketahanan yaitu memiliki nilai-nilai kebersamaan, nilai rasa saling ngemong, dan nilai-nilai berbasis budaya dan saling berempati.
“Itu tergambar dalam Pancasila sebagai karakter khas bangsa Indonesia. Karena Pancasila merefleksikan kumpulan dari karakter anak bangsa yang majemuk, beragam, dan pluralistik dari Sabang sampai Merauke dari Miangas sampai Rote. Itulah alasan Pancasila juga disebut performace jati diri bangsa,” jelasnya.
Adapun kiat menciptakan generasi berkahlakul karimah ada tujuh fase. Pertama fase memilih bibit dan Rahim. Di mana perempuan dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Maka pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi (HR. Muslim).
“Dan tradisi itu hingga kini terus diterapkan di Arab yang pertama adalah melihat nasabnya. Tujuannya supaya ada rasa bangga, anak yang dilahirkan berasal dari rahim sang ibu yang memiliki akhlak yang baik,” tambah ia.
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui