Mencicipi Kopi dan Buku dari Barista Pinggir Jalan di Palampang. (Bag 2 : Barista Yang Penulis)

Saya menemukan beberapa di antaranya. Buku "Inspiring Bulukumba", "Perempuan Di Atas Pematang", dan "Rumah Putih, Antologi Puisi Serumah."

Mencicipi Kopi dan Buku dari Barista Pinggir Jalan di Palampang. (Bag 2 : Barista Yang Penulis)
Bacakan Artikel

"Serba Literasi"

Sambil menikmati menu "Kentang Goreng Librarian", salah seorang kawan saya sengaja googling dan berhasil menemukan informasi, pasangan suami istri pemilik kedai kopi ini rupanya sama-sama penulis. Beberapa data buku karya mereka dengan mudah kami temukan di internet. Berdasarkan data itulah saya berhasil menemukan beberapa buku karya mereka di salah satu rak. Saya menemukan beberapa di antaranya. Buku "Inspiring Bulukumba", "Perempuan Di Atas Pematang", dan "Rumah Putih, Antologi Puisi Serumah."

Kami menjadi mafhum mengapa Alfian dan istrinya mendesain kedai kopinya dengan konsep literasi. Mereka penulis yang juga aktif dalam gerakan literasi seperti membuka rumah baca dan semacamnya. Tidak heran, apapum yang mereka geluti pasti selalu lekat dengan literasi.

Dengan konsep literasi, Kedai Kopi Litera pun tampaknya total di ranah itu. Mulai daftar menu yang didesain berbentuk buku bahkan terdapat "kata pengantar" di dalamnya, nama-nama menu yang didominasi istilah literasi, hingga pasword Wi-Fi yang juga konsisten dengan istilah-istilah dunia literasi.

Sebagai contoh, beberapa menu seperti "Taro Bibliomania", "Puding Lumut Librocubicularist", dan "Pisang Nugget Bibliophilie" yang dari mendengar namanya saja kita langsung masuk ke dimensi berbeda, dunia literasi.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: