Pelatihan Membatik Shibori Makassar Siasati Kurang Stok Kain

Kendala stok kain justru bawa berkah. Siswa SRMP 23 ikuti pelatihan membatik Shibori Makassar secara langsung untuk tuntaskan pesanan sarung pantai.

Pelatihan Membatik Shibori Makassar Siasati Kurang Stok Kain
Foto: Sebanyak 130 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar terjun langsung mengikuti pelatihan membatik Shibori Makassar/JalurDua/
Bacakan Artikel


Kegiatan yang berlangsung selama sehari penuh ini secara tidak langsung menjelma menjadi ruang pendidikan karakter. Lembar demi lembar kain putih polos perlahan mulai berubah warna, memancarkan perpaduan corak yang berani dan dinamis khas ekspresi jiwa muda. Melalui proses ini, para siswa belajar bahwa sepotong kain batik tidak lahir secara instan, melainkan butuh ketelitian yang tinggi.

Pihak sekolah menilai bahwa di balik kendala stok kain, ada hikmah besar yang didapatkan. Menatap lembaran kain yang berhasil mereka warnai sendiri menumbuhkan rasa bangga yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar menerima produk jadi. Ada rasa kepemilikan dan kedekatan emosional terhadap karya seni tradisi yang mereka buat dengan peluh sendiri.

Konsistensi Rumah Membatik Bunga Mawar dalam memberdayakan masyarakat terbukti tidak hanya berhenti di daerah asal mereka di Bulukumba. Melalui program dadakan ini, mereka berhasil memperluas dampak sosialnya hingga ke lingkungan pendidikan di ibu kota provinsi, mengenalkan produk lokal unggulan langsung ke jantung generasi z.

Aksi cepat tanggap yang komunikatif antara UMKM dan lembaga pendidikan ini mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Dekranasda Kabupaten Bulukumba, Andi Herfida Muchtar. Ia menegaskan bahwa kehadiran perajin langsung di tengah lingkungan sekolah merupakan langkah strategis yang memiliki nilai edukasi yang sangat mendalam.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: