Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
Kementerian Pertanian percepat klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Lamongan. Dana cair Rp50 juta untuk petani terdampak banjir agar bisa segera tanam kembali.
Hanik, Kasubid Pembiayaan DKPP, menjelaskan bahwa ketelitian verifikasi adalah kunci agar bantuan tidak salah sasaran. "Petani penerima merupakan mereka yang benar-benar mengalami puso akibat banjir. Kami pastikan prosesnya sesuai ketentuan agar mereka bisa segera tanam kembali tanpa kendala modal," jelasnya.
Transformasi Mitigasi Risiko Tani
Melihat dampak banjir Lamongan, tantangan pertanian ke depan akan semakin berat akibat fenomena cuaca yang sulit diprediksi. Namun, dengan premi terjangkau sebesar Rp180.000 per hektar—yang sebagian besar disubsidi pemerintah—AUTP menjadi solusi paling logis bagi petani gurem.
Ke depan, efektivitas AUTP tidak hanya diukur dari seberapa besar dana yang cair, tetapi seberapa cepat dana tersebut sampai ke tangan petani. Digitalisasi sistem pelaporan kerusakan diharapkan menjadi langkah selanjutnya agar "trauma" gagal panen bisa segera terobati dengan kepastian permodalan yang instan.**
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Menaker Yassierli Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- Dandim 1411 Bulukumba: Kenaikan Pangkat Bukan Hadiah Gratis
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui