Polemik 74 WNI di Kapal Diamond Princess, Menkes: Mereka Mau Pulang Gak?
“Jangan sampai nanti sudah dijemput, sampai sana, (mereka) enggak mau pulang. Terus ya piye?” ucapnya.
“Jangan sampai nanti sudah dijemput, sampai sana, (mereka) enggak mau pulang. Terus ya piye?” ucapnya.
Ia kembali menegaskan bahwa kerelaan dari WNI tersebut harus jadi pertimbangan yang utama. Selain itu, perlu juga dipertimbangkan terkait mitigasi
Kiita harus mengingat segala mitigasi yang bisa kita rencanakan. Karena itu, pertimbangannya kita menunggu keputusan dari pemerintah, dari semua, terutama pemerintah kita dengan Jepang bagaimana. Tentu itu kan tidak gampang,” tambahnya.
Ditemui secara terpisah, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengatakan bahwa pihak pemerintah Jepang sendiri telah meminta pemerintah yang warga negaranya berada di Diamond Princess, untuk segera melakukan penjemputan. Ini lantaran pihak pemerintah Jepang tidak menyiapkan tempat untuk karantina.
“Karena pemerintah Jepang tidak menyiapkan lokasi karantina di darat, dan karena tidak menyediakan di darat, maka di hotel juga tidak menerima, dan penerbangan reguler tidak menerima,” ungkap Yuri.
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca