Rahasia Kandang Tanpa Bau: IPB Kembangkan Pakan Probiotik
Inovasi pakan probiotik & antikoksi IPB University mampu percepat panen ayam kampung 40 hari dan naikkan bobot telur 30%. Solusi hilirisasi riset dari Mentan Amran.
JALURDUA BOGOR - Aroma menyengat dari limbah kotoran yang biasanya menusuk hidung di sekitar kandang ayam, kini mulai hilang berganti optimisme baru. Di tangan Ivan Taufik Nugraha, peneliti muda dari IPB University, efisiensi peternakan bukan lagi sekadar teori di atas kertas. Melalui pengembangan pakan berbasis probiotik dan antikoksi, ia berhasil memacu pertumbuhan ayam kampung hingga mencapai bobot satu kilogram hanya dalam waktu 40 hari. sebuah terobosan yang menjawab kegelisahan para peternak selama puluhan tahun.
Langkah Ivan ini menjadi bagian dari gelombang besar hilirisasi riset yang didorong kencang oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Strateginya jelas: riset tidak boleh membusuk di rak laboratorium, ia harus turun ke kandang dan mengisi piring masyarakat.
Teknologi Vili Usus: Rahasia Bobot Telur Naik 30 Persen
Bagi Ivan, kunci utama produktivitas unggas terletak pada apa yang terjadi di dalam perutnya. Selama ini, banyak peternak mengeluh biaya pakan yang selangit namun hasil panen tidak maksimal.
"Pakannya tidak perlu terlalu banyak, tapi kesehatan pencernaannya kita kunci. Hasilnya, bobot badan naik cepat dan massa telur ayam bertambah signifikan, biasanya antara 20 sampai 30 persen," jelas Ivan dalam keterangannya. dikutip, pada Kamis (9/4/2026).
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Menaker Yassierli Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- Prabowo Teken Keppres Satgas Ekonomi demi Indonesia Emas
- Mendes Yandri ke Bupati Gowa: Desa Wisata Jangan Jadi Penonton
- Desa Tematik Didorong, Bulukumba Siap Jadi Percontohan
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui