"Takdir Cinta Perawan Tua", Novel Terbaru Karya Pegiat Literasi Bulukumba
Gadis yang hampir menginjak usia 30 tidaklah menyenangkan. Bahkan menyeramkan. Apakah perawan tua itu adalah sebuah aib? Sang gadis dalam novel "Takdir Cinta Perawan Tua" mengembara dalam pertanya...
JALURDUA Gadis yang hampir menginjak usia 30 tidaklah menyenangkan. Bahkan menyeramkan. Apakah perawan tua itu adalah sebuah aib?
Sang gadis dalam novel "Takdir Cinta Perawan Tua" mengembara dalam pertanyaan-pertanyaan yang melelahkan. "Haruskah aku seperti Khadijah kepada Muhammad? Mengutus orang untuk menyatakan cinta. Aku sudah lelah menjadi Fatimah, menunggu pria seperti Ali yang mencintai dalam diam kemudian datang melamar dan bersatu dalam ikatan pernikahan."
Sang gadis bukannya tidak pernah jatuh cinta. "Mungkin Tuhan sengaja mematahkan hatiku untuk mengujiku?" Batinnya.
Suatu ketika, datang lamaran dari keluarga pria misterius yang tidak dia ketahui siapa sosoknya. Pria itu penuh teka-teki. Siapakah sebenarnya dia?
Alurnya penuh kejutan tak terduga. Ditulis dengan gaya bahasa yang enak dan sastrawi. Novel ini karya Assyifa Barizza, penulis Bulukumba yang juga pegiat literasi dari jaringan Gerakan Pojok Baca 137. Dia mengelola Pojok Baca Rakyat 137 Bolongnge, di Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa.
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Menaker Yassierli Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial
- Fatmawati Rusdi Perkuat Program ASRI di Sekolah
- Binrohtal Polres Bulukumba Perkuat Mental Tahanan
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui