Vaksinolog Pastikan Keamanan dan Efektivitas Vaksin dari Pemerintah

, Jakarta - Sejauh ini pemerintah telah melakukan sejumlah persiapan untuk program vaksinasi nasional, seperti meninjau langsung fasilitas produksi vaksin di Tiongkok, melakukan uji klini...

Vaksinolog Pastikan Keamanan dan Efektivitas Vaksin dari Pemerintah
Bacakan Artikel

Menurut dia, Indonesia bukan hanya sekali atau dua kali melaksanakan program vaksinasi yang dikenal juga dengan program imunisasi rutin. Proses distribusi vaksin di Indonesia dari Aceh sampai Papua sudah menggunakan sistem cold chain yang baik. “Kelengkapannya sudah standar, misalkan cold box yang sudah tersedia di Indonesia," imbuhnya.

Adapun masyarakat yang akan menerima vaksinasi adalah orang dalam kondisi sehat. Vaksin Covid-19 diberikan kepada orang dewasa dengan rentang usia 18-59 tahun. “Nanti dokter atau tenaga kesehatan yang menjadi petugas pasti akan melakukan pemeriksaan sebelum diberikan vaksin. Yang penting pada hari tersebut kita merasa sehat secara umum," kata Dirga.

Dalam upaya mematangkan persiapan vaksinasi, Kementerian Kesehatan tengah melatih 23.000 tenaga vaksinator, selain itu didukung juga oleh ratusan ribu tenaga kesehatan lain. Kesiapan tenaga kesehatan di daerah-daerah juga tengah dipastikan untuk mendukung program vaksinasi.

Masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), karena biasanya berdampak ringan dan segera sembuh dalam waktu satu dua hari. “Yang perlu masyarakat ketahui, manfaat vaksinasi itu jauh lebih besar daripada efek sampingnya. KIPI itu mayoritas bersifat ringan seperti bengkak kemerahan di bekas suntikan, kemudian ada demam sebagai tanda vaksinnya bekerja," terang Dirga.

Ketersediaan vaksin sangat penting dalam mengendalikan pandemi, tetapi perlu disadari bahwa vaksin tidak serta-merta memusnahkan pandemi, “Kita harus sadari vaksin tidak bisa seketika menghilangkan pandemi, karena ada proses distribusi yang panjang. Belum lagi jumlah penduduk kita yang lebih dari 260 juta jiwa. Oleh karena itu, kita harus terus menerapkan protokol pencegahan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak)," tutur Dirga. (*)

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2