Nongkrong Literasi Pustaka Kolektif di Taman Kantor Camat Rilau Ale
Bagi para pegiat literasi, sesungguhnya buku adalah kata kerja. Buku harus bergerak menemui pembacanya. Dengan begitu buku-buku bacaan selalu harus mencipta peristiwa, dalam segala ruang dan waktu. S...

Langit mulai menuju gelap ketika lapak baca berakhir. Anggota komunitas ini ternyata berasal dari berbagai kecamatan. Dari Herlang dan Kajang ada Padia, Rasul, Uni, Haya, Toriq, Zul, Eka, Tetti, Ekky, dan Nurul. Dari Kecamatan Rilau Ale terdiri dari Arzal, Rini, Yayan, Rahul, Emil, Diat, Yayat, dan Wana. Masih ada sederet lagi nama lainnya yang tidak sempat tercatat.
Salah satu yang juga sempat tercatat yakni penggagas komunitas Pustaka Kolektif adalah seorang mahasiswa Jurusan Hukum. Namanya Arya, seorang anak muda yang bersemangat dari Desa Bontobangun.

Malam merambah Kelurahan Palampang ketika anak-anak komunitas Pustaka Kolektif menyempatkan silaturahim, lanjut diskusi, dan melepas lelah di Kedai Kopi Litera. Di kedai kopi ini mereka langsung akrab dengan es cokelatera, Litera Ice Blend, dan pisang goreng cokelat keju. Pustaka kolektif, keasyikan dan keseruannya pun kolektif.(*)
- 1
- 2
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Menaker Yassierli Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan