PLN di Hari Listrik Nasional ke 76, Antara Ada dan Tiada!
Oleh : Ahmad DaryokoKoordinator INVEST. Eksistensi PLN riil hanya dapat dilihat dari "riak"2 gerakan Serikat Pekerja termasuk Anak2 Perusahaannya, serta dari Laporan Keuangan. Pada 22 Juli 2020...
Tetapi dlm pemberitaan2 Media meskipun PLN hutang Rp 500 triliun, subsidi ratusan triliun dll, toh masih sanggup meng akuisisi PT. EMI (Energi Managemen Indonesia) yang bergerak di Energi Primer EBT yang di prediksi akan memberikan pendapatan pada 2025 sebesar Rp 8 triliun (kompas tv.com 22 Oktober 2021). PLN masih bisa lakukan korting bermacam program dlm rangka HLN 76. Bila dibandingkan dng Garuda yang berhutang Rp 90 triliun saat ini sdh mau ditutup.
Dengan berita yang kontroversial spt diatas di indikasikan bahwa PLN dapat melakukan manuver apa saja demi menutupi keadaan yang sebenarnya. Dibanding Garuda yang bukan "Public good" (artinya bukan penyangga Infrastruktur) tetapi "Commercial good" ( komoditas komersial yang banyak pilihan/saingan nya beda dng listrik).
KESIMPULAN :
Artinya ketika PLN saat ini , dua hari lagi yaitu 27 Oktober 2021, menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) yang ke 76 , sudah dalam kondisi "ADA DAN TIADA". Tetapi sepertinya Pemerintah masih back up secara penuh kelistrikan ! Agar tetap terlihat taat Konstitusi. Tetapi entah uang darimana dan apa akibat dikemudian hari kalau semua ini berasal dari Hutang LN ! Ingat kelistrikan sudah dikuasai China yang telah mendatangkan puluhan ribu TKA nya untuk kelistrikan !
SARAN :
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Menaker Yassierli Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- Dandim 1411 Bulukumba: Kenaikan Pangkat Bukan Hadiah Gratis
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui