Jika Terus Kirim Senjata, Rusia : Ancam 'konsekuensi yang tidak dapat diprediksi'
Jalurdua.com - Jakarta | Rusia secara resmi memperingatkan Amerika Serikat - dan negara-negara sekutunya - agar tidak memasok senjata ke Ukraina. Peringatan itu muncul dalam catatan diplomatik res...
JALURDUA Jakarta | Rusia secara resmi memperingatkan Amerika Serikat - dan negara-negara sekutunya - agar tidak memasok senjata ke Ukraina.
Peringatan itu muncul dalam catatan diplomatik resmi dari Moskow. Salinan catatan tersebut telah dilihat oleh media di AS.
Dokumen dua halaman itu – diteruskan ke Departemen Luar Negeri AS oleh Kedubes Rusia di Washington – memperingatkan bahwa pengiriman senjata AS dan NATO seperti 'menyiram bensin' ke api konflik di Ukraina, dan dapat menyebabkan hal yang disebut para diplomat Rusia sebagai 'konsekuensi yang tidak dapat diprediksi'".
Pesan tersebut dikirim pada hari Selasa (12/04), tepat ketika kabar tentang paket bantuan militer baru yang disiapkan AS untuk Ukraina mulai bocor ke media.
Hanya beberapa jam kemudian, Presiden Biden menyetujui pengiriman bantuan militer senilai US$800 juta (Rp11.4 triliun) - termasuk, untuk pertama kalinya, senjata artileri jarak jauh seperti howitzer - dengan maksud menandingi kemampuan militer Rusia di Ukraina.
Seorang pejabat senior pemerintah AS dikutip mengatakan peringatan itu dapat dilihat sebagai pengakuan oleh Rusia bahwa bantuan militer AS dan NATO ke Ukraina terbukti efektif.
Gelombang pertama pengiriman paket bantuan terbaru ini diperkirakan akan tiba di Ukraina dalam beberapa hari ke depan, seiring pasukan Rusia terus memobilisasi di wilayah timur negara itu, menjelang apa yang diperkirakan akan menjadi serangan besar di wilayah Donbas yang disengketakan di Ukraina dalam beberapa minggu ke depan.
Sejak perang dimulai, AS telah memasok lebih dari $ 3 miliar bantuan militer ke Ukraina.
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca